Parenting : Kata-Kata yang Tidak Boleh dikatakan Pada Anak

Parenting : Kata-Kata yang Tidak Boleh dikatakan Pada Anak

Pada fase usia anak, hal apapun yang kita ucapkan atau kata-kata yang terlontar dari mulut kita akan selalu masuk dalam ingatan alam bawah sadar mereka. Dan pada usia tersebut anak-anak akan meniru. Untuk itu mulai hari ini, ubahlah setiap ucapan atau pembicaraan yang bersifat kurang baik bahkan tidak baik menjadi lebih baik. Agar anak-anak bisa menjadi peniru yang baik dan menjadi pribadi yang positif.

Dalam hal mendidik anak, peran orang tua adalah yang nomor 1. Ingat dengan kata pepatah “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya”. Artinya apa? Artinya adalah ‘ANAK’ adalah cerminan dari ‘ORANG TUA’ nya. Bagimaimana orang tua itu ‘menyemai’ anak nya agar tumbuh menjadi pribadi baik maka hasil ‘panen’ nya pun akan bagus.

Mari sama-sama kita perbaiki apa yang salah dan tetap konsistem mempertahankan apa yang sudah benar.

Lalu, apa saja sih kesalahan yang harus kita rubah yang sering kita ucapkan kepada anak? Berikut beberapa point penting yang harus bunda perhatikan :

  1. Jangan Ucapkan Kata “JANGAN” Ketika Menegur
    Memang sulit untuk tidak mengatakan ini kepada anak pada saat kita sedang emosi, karena sudah terbiasa dan juga kita sering mendengar nya dari orang lain. Jadi memang bukan hanya kita saja yang melakukan kesalahan itu, maka dari itu, mari sama-sama perbaiki kesalahan kita.
    Gantilah kata “Jangan” dengan bahasa yang lebih baik. Sesuaikan dengan kondisi apa yang sedang terjadi.
    Misal ; Ketika anak-anak ingin bermain di luar dan bermain kotor-kotoran jangan dilarang, jangan bilang “Jangan Main Kotor-kotoran” tapi katakanlah “Boleh main kotor-kotoran, asalkan tidak di lap-lap ke badan & muka ya, lalu setelah itu bilang ibu untuk cuci tangan, kaki dan badan yang kotor”.
    Atau ketika anak menangis karena salah, jangan katakan padanya “Jangan Nangis, itu Salah Kamu” tapi katakanlah “Gapapa, Ayo Minta Maaf dan tidak boleh diulangi lagi yaa”.
    atau kata “Jangan Nakal, Jangan Bandel” ganti dengan “Tidak boleh seperti itu ya, nanti kamu tidak ada teman main”.
    atau Juga “Jangan Lari” tapi katakanlah “Jalan lebih baik”

    Jadi, gantilah kata “JANGAN” dengan kalimat yang lebih baik. Ingat ! Karena anak akan mengingat kalimat dibelakang kata ‘Jangan’ itu.

  2. Jangan Ucapkan Kata “BODOH”
    Kepintaran seseorang tidak melulu diukur dari IQ nya, tolak ukur nya bukan hanya dari IQ saja. Karena setiap manusia pada dasarnya pintar dan cerdas. Namun, kecerdasan yang paling menonjol dari setiap orang berbeda-beda. Boleh jadi dia tidak pintar dari IQ nya tapi dia pintar dari kreatifitas.
  3. Jangan ucapkan kata “DIAM”
    Biarkan lah anak berbicara dalam porsinya, sekira nya salah maka ingatkanlah dengan bahasa yang halus. Atau ketika dia menganggu konsentrasi ketika kita sedang berfikir dan melalukan sesuatu alihkan perhatian dia pada hal yang menarik dan ia sukai.
    Apapun kondisi yang sedang terjadi, jangan ucakan kata “DIAM” ini, karena anak akan sedih jika dia merasa tidak diperhatikan.
  4. Jangan banding kan anak dengan kata “DIA LEBIH…”
    Setiap anak tumbuh unik dengan karakternya masing-masing. Pribadi seseorang tidak akan sama dengan yang lain, maka jangan lah sekali-kali membandingkan anak kita dengan yang lain. Membandingkan tidak akan menjadi anak kita lebh baik dari yang kita bandingkan, kecuali kalau kita memabndingkan dngan bahasa yang halus yang memotivasi.
    Misal kata “Dia lebih pintar dari kamu” “Dia lebih sholeh/sholehah dari kamu” dan kata perbandingan yang lain.
    Jaga perasaan anak, dan bimbing dia agar bisa tumbuh menjadi pribadi lebih baik dengan cara yang baik juga.
  5. Jangan katakakan kata “KAMU ITU…”
    Melabeli anak dengan lable yang tidak baik. Karena itu akan masuk ke alama bawah sadar meraka.
    Misal sering kita dengar kalimat “Andi si Pemalu” “Nathan si Nakal” dan lable lain yang sudah tidak asing lagi kita dengar.

Mungkin hanya itu yang bisa kami bagikan tips yang perlu bunda coba, masih banyak kata-kata lain yang harus bunda ubah ketika menegur atau berbicara kepada anak, sesuaikan lah dengan kondisi apa yang sedang terjadi.

Selamat mencoba !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *