membangun karakter anak usia dini

1.Membangun karakter anak usia dini dan contoh nya .

تعلم فى صغار كالنقس على الحجر # و تعلم فى كالنقس على الماء

(كلام العلماء)

Artinya : “belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa bagai mengukir diatas air “(Petuah Ulama )

Bila ada yang bertanya sejak kapan buah hati ayah dan bunda dibangun karakternya ? jawaban yang tepat adalah sejak dini .

Sudah menjadi kewajiban orang tua mendidik  buah hati nya untuk menjadi orang yang baik .tugas mendidik anak bukan saja kewjiban para tuan guru di sekolah .beberapa ahli parenting berpendapat bahwa sebelum anak-anak itu di bangun karakter dan di beri ilmu dibangku sekolah mereka dididik terlebih dahulu oleh ayah dan bundanya didalam rumah .oleh karena itu rumah tangga yang penuh dengan kebaikan insyaallah dapat pula melahirkan generasi yang sholeh dan bermfaat .tidak heran apabila para tuan guru atau alim ulama menasehatkan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak nya .

Masih ingat kah ayah bunda akan nasehat ustad yang dahulu ayah dan bunda pernah mengaji bahwa “belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa laksana mengukir diatas air “.mengukir prilaku yang baik atau buruk pada anak akan mudah sekali ditiru oleh nya . jadi bila salah mendidik dan membangun karakternya sejak dini tidak heran bila memasuki usia remaja nya prilakunya kurang baik . dan saat anak sudah memasuki usia remaja apalagi dewasa orang tua akan lebih repot lagi membangun karakter nya daripada membangun karakter nya saat mereka diwaktu kecil .

Wahai ayah dan bunda yang jiwa nya tak kenal lelah dalam mendidik anak perlu diketahui bahwa apapun latar belakang yang dimiliki itu tidak penting .hal demikian adalah penunjang dan yang terpenting adalah memberi contoh yang baik kepada anak sepanjang hari oleh karena butuh keistiqomahan . semoga Allah Ta’ala memudahkanya .

Contoh orang tua dalam membangun karakter anak sejak usia dini :

1.mengajarkan anak untuk membaca al-quran

2.mengajak nya untuk mendirikan shalat .

3.baik saat makan atau minum dahulukan dengan tangan kanan .

4.membiasakan untuk duduk saat makan atau minum .

5.mengajaknya jalan-jalan diiringi dengan belajar .

6.tidak membrikan gadget sebelum usia nya menginjak 12 tahun .

7.tidak terlalu lama menonton tv ,terlebih antara magrib dan isya lebih baik televise dalam keadaan mati dan menganjurkan anak untuk mengaji al-quran .

Setuju atau tidak satu dari sekian karakter anak usia dini mereka adalah peniru yang sangat baik .semakin banyak kebaikan yang dicontohkan oleh ayah dan bunda dirumah semakin baiklah karakter nya dan semakin banyak prilaku yang tidak baik dicontohkan orang tua kepada buah hati hal ini yang akan membahayankan nya karena ayah bunda akan khawatir bila sang buah hati memiliki habit yang kurang baik .

Dibawah ini hanyalah beberapa tips bagi orang tua dalam memberikan membangun karakter buah hati nya saat berada di rumah .diantaranya :

  • Konsisten

Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab dalam membangun karakter anak .oleh karena itu tanpa tawar menawar lagi bahwa orang tua harus menjadi role model atau contoh yang baik bagi anak . baik saat didepan anak atau dibelakang nya .

  • Berkelanjutan (Continue)
    terus menerus ,berkesinambungan dan berkelanjutan ketiga kata itu yang harus diterapkan sepanjang hari . karena membangun dan membentuk karakter anak bukan dilakukan pada waktu dan keadaan tertentu saja . agar kebaikan nya melekat pada diri sang buah hati maka haruslah terus menerus

 

  • Konsekuen

Sudah pasti dalam prosesnya tidak semulus yang diharapan kan .tentunya akan hadir argument dan pertentangan dalam hal-hal kecil .menjadi sebuah kebijaksanaan saat anak berbuat salah orang tua membrikan pelajaran dengan tujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan memahami sebuah lesalahan juga hukuman .

 

Demikanlah uraian singkat yang dapat memberikan sedikit semangat dalam membangun karakter anak usia dini bagi orang tua.semoga dapat membantu

Wallahu A’lam  Bissowab .

 

Mendidik Anak agar Taat Sejak Dini

 


Berbicara mengenai mendidik anak, banyak hal dan aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh ayah bunda untuk membekali si kecil agar tumbuh menjadi anak yang berakhlakul karimah. Dari segi aspek manapun dalam menidik anak ini haruslah seimbang dan proporsional. Misal dari aspek moral, sosial, agama, pendidikan dan aspek lain nya harus sama-sama saling menyelaraskan tidak dominan pada satu aspek aja.

Untuk hal cara mendidik anak dari berbagai aspek, para ayah bunda pasti punya cara tersendiri untuk menerapkan itu pada si kecil. Didiklah anak sesuai dengan karakter nya, jagan disamaratakan cara mendidik nya dengan anak yang lain. Karena tiap anak itu berbeda-beda, unik dengan pribadinya masing-masing. Yang perlu di ingat adalah jangan memaksakan kehendak kita agar sama dengan kehendak si kecil, karena anak-anak itu pada dasarnya tidak suka yang namanya suatu paksaan atau berada dalam suatu keadaan yang tidak ia sukai. Malah yang ada ayah bunda hanya aka menerima penolakan dari mereka.
Gunakanlah bahasa yang santun dan penyampaian yang mudah dicerna oleh anak, agar anak bisa melakukan nya dengan rasa senang tanpa ada perasaan terkekang. Untuk cara penyampaian berikanlah analogi-analogi sesuai dengan zaman nya, yang bisa dinalar oleh anak.
Silakan itu tugas dan PR besar ayah bunda untuk mendidik anak agar taat tanpa suatu paksaan.

Karena ayah bunda sudah punya cara sendiri untuk mendidik anak agar tumbuh kembang dengan baik,  untuk itu disini kami hanya akan membahas di 1 pembahasana aspek saja , yaitu dari segi aspek nilai agama.
Apa sih penting nya mendidik anak dari segi aspek penanaman nilai agama sejak dini? lalu bagaimana cara yang ampuh agar anak mampu menyerap dan mengimplementasikan aspek nilai gama ini dalam kehdupupan sehari-hari mereka.

Mendidik anak dari segi aspek penanaman nilai agama sedari dini sangatlah amat penting. Karena itu adalah pondasi pertama agar anak selalu menjunjung tinggi norma-norma agama dan selalu mengaplikasikan nya ketika tumbuh besar nanti.

Lalu hal apa yang harus bunda ajarkan kepada si kecil dalam penanaman nilai norma agama ini?

  1. Mengajarkan Tauhid
    Berikan pemahaman tentang apa itu tauhid dan hakikat nya, mengapa kita harus bertauhid.
    Pembentukan ketauhidan anak yang pertama terdapat dalam lingkungan keluarga. Maka, PR ayah bunda untuk mengenalkan nya kepada sikecil.
    Metode pengenalan tauhid ini bisa bunda lakukan dengan langkah-langkah berikut:- Perdengarkan & Ajarkan kalimat tauhid sejak usia anak mulai bisa berbicara

    R imam Hakim mengatakan “Ajarilah anak-anak kecilmu kalimat Laa Illaha Illallah sewaktu mereka mulai berbicara, dan tuntunlah mereka untuk membaca kalimat tauhid tersebut sewaktu menghadapi kematian”.

    – Berikan contoh teladan ketauhidan yang baik
    Berikan contoh berbuat, bersikap dan berkepribadian yang baik, agar anak meneladani apa-apa yang kita lakukan.
    Uyainah bin Abi Sufyan seperti dijelaskan oleh Abu Tauhied pernah beropesan kepada guru yang mendidik anak nya sebagai berikut :

    “Hendaklah yang pertama kamu lakukan didalam memperbaiki anakku adalah dengan memperbaiki dirimu sendiri. Kaerna sesungguhnya mata anak-anak tersebut hanya tertuju padamu. Maka yang baik menurut mereka adalah apa yang kamu perbuat dan apa yang buruk bagi mereka adalah apa yang kamu tiggalakn.

– Lakukan kebiasaan baik mengenalkan tauhid ini secara konsisten
Misal ayah  bunda mengajarkan anak tentang rukun iman, rukn islam, cara beribadah, berdoa dan sebagai nya. Dan hal lain yang mesti anak kita ketahui dan apa-apa yang sekiranya penting untuk anak.

– Berikan nasihat dan ingatkan terus anak
Berikan nasihat dengan bahasa yang santun agar anak memahami dan jangan sesekai memberikan nasihat pada anak secara otoriter, karena akan memberikan efek negatif nantinya.

– Tidak boleh lengah dalam pengawasan
Dalam mengajarkan tauhid pada anak, dibutuhkan pengawasan agar keadaan anak sellau terpantau.
Allah berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 :
“ Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari apai neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengajarkan apa yang diperintahkan.

  1. Mengajarkan anak untuk beribadah
    Kenalkan anak dan langsung brikan contoh yang kongkrit yang bisa diikuti anak, jangan hanya menyruh saja.
    Ibadah yang harus bunda kenalkan pada anak usia dini, diantaranya adalah:- Contohkan anak untuk shalat
    Ajarkan anak tata cara shalat dan ajak langsung ketika kita hendak melakukan shalat :

    Seseorang pernah mengatakan “ Jangan katakan kepada anakmu, ‘berangkatlah untuk shalat, kalau tidak, kamu akan masuk neraka’. Tapi katakan padanya ‘ayo berangkat shalat bersama, supaya kita bisa masuk syurga bersama-sama”.

    – Cotohkan anak untuk membaca Al-qur’an
    Ajarkan anak untuk membaca al-quran dengan metode yang mudah dan dapat dicerna oleh anak. Di era digital ini mungkin ayah bunda bisa mengajarkan nya lewat gadget agar anak tidak bosan.

    – Ajarkan anak untuk Berpuasa
    Kenalkan anak pada ibadah puasa. Beri pemahaman dulu mengapa kita harus berpuasa, berikan penjelasan yang bisa masuk dalam nalar anak.
    – Ajarkan anak tentang doa-doa
    Usia dini merupakan waktu yang pas untuk kita mengajarkan banyak hal, terutama dalm hal-hal baik. Seperti mengajakrakan anak untuk selalu berdoa ketika mau melakukan sesuatu dan sesuadh melakukan sesuatu.

Sekian, semoga bermanfaat !
Selamat mencoba 🙂

 

 

 

 

Mendidik Anak Berpakaian Syar’i Sejak Dini

Mendidik Anak Berpakaian Syar'i Sejak Dini
Mendidik Anak Berpakaian Syar’i Sejak Dini tips

Berpakaian sesuai dengan syari’at islam adalah suatu keharusan dan kewajiban bagi setiap muslim perempuan yang sudah memasuki usia akhil baligh. Akan tetapi pada kenyataan nya hanya sedikit yang menjalankan perintah allah ini. Padahal kalau ditanya apa hukum memakai jilbab/penutup mereka tau jawaban nya, akan tapi mereka seperti menutup telinga dan berpura-pura seolah tidak tau dan tidak mau tau. Padahal sudah jelas dalam quran dijalaskan :

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu, menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merderka) sehingga merea tidak diganggu. Dan Allah senantiasa maha pengampun lagi maha penyayang (QS. Al-Ahzab : 59)

Juga dalam ayat lain di surat al-qur’an :

“Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita-wanita mukmin, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah menampakan perhiasan (pakaian atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka” (QS. An-Nur : 31)

Pun dalam surat Al-A’raf ayat 26 :

“Hai anak cucu adam, sungguh kami telah menurunkan untuk kamu pakaian yangg dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”

dan masih banyak lagi ayat-ayat yang allah turunkan ini mengenai perintah agar menutup aurat ini.

Untuk itu, disini kami akan mengingatkan bunda lagi penting nya mendidik anak dengan mengenalkan pakaian yang sesuai syariat islam kepada si kecil yang belum baligh. Supaya apa mereka dikenalkan sejak dini kepada pakaian seperti ini? agar ketika kelak besar nanti mereka sudah terbiasa.

Berikut tips-tips yang bunda boleh coba agar si kecil terbiasa berhijab syar’i.

  1. Berikan pemahaman kepada mereka apa hukum nya mamakai pakaian yang menutup aurat ini, kenapa harus mengenakan nya dan apa balasan nya dari Allah jika tidak mengenakan pakaian tertutup ini.
  2. Berikan pakaian syar’i kepada si kecil.
    Kenalkan anak pada pakaia syar’i ini dan biarkan memilih model/design yang sesuai dengan kesukaan/keinginan mereka. Atau sarankan dan pilihkan yang sekira nya bagus oleh bunda yang simple dan lucu.
    Dengan begitu anak-anak akan senang dan nyaman memakai nya tanpa ada paksaan dan hal ini akan menjadi kebiasaan sampai mereka tumbuh dewasa dan menua nanti.
  3. Berikan pujian kepada si kecil dengan bahasa yang baik agar si kecil merasa senang dan termotivasi untuk terus mengenakan pakaian tertutup ini. Misal dengan pujian;
    “kamu cantik nak memakai pakaian tertutup seperti ini, ayah bunda bangga sama kamu. Kamu mau menuruti apa yang di perintahkan Allah ini. Mudah-mudah an kamu di cintai Allah dan masuk surga yaa”
    “Duh anak ayah bunda ko jadi terlihat manis pakai pakaian seperti ini, tetap dipakai ya kemanapun kamu pergi”
    Dan pujian-pujian lain nya.
  4. Sesekali berikanlah reward atau hadiah atau apapun itu yang membuat si kecil senang. Misal dengan memberikan hadiah yang di inginkan/atau yang disukai anak.
  5. Kenalkan pada lingkungan yang baik yang sevisi, dengan anak-anak yang sama-sama mengenakan pakaian syar’i ini. Agar mereka tidak merasa sendiri dan senang mempunyai teman sebaya yang juga sama-sama belajar taat kepada Allah.

 

Mungkin itu beberapa tips yang bisa kami bagikan untuk ayah bunda untuk bekal mendidik anak agar menjadi anak yang sholehah, yang mentaati perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari

 

 

Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari yang wajib ayah bunda tau

Mengajarkan anak akan penting nya moral adalah pembelajaran atau PR para ayah dan bunda sepanjang hayat. Mengapa demikian? Karena pendidikan moral ini tidak akan didapat ditempat manapun kecuali dimulai dari lingkungan tempat ia dibesarkan nya, dengan siapa dia dibesarkan dan apa yang diajarkan dilingkungan itu. Karena lingkungan itu mampu membentuk karakter anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, mampu menjunjung tinggi norma-norma nilai tatakrama, sopan santun, bersosialisasi dengan baik.
Bukan perkara mudah memang mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik yang memiliki kesadaran dalam dirinya agar tetap menjunjung norma-norma kehidupan yang baik.

Semua pembelajaran harus dimulai dari kehidupan sehari-hari dahulu, dimulai dari hal terkecil dan simple. Mengajarkan anak sopan santun harus dilakukan sejak dini, terus diulang dan konsisten. Orangtua juga harus memberi contoh agar mereka memiliki perilaku sesuai yang kita harapkan. Yang sulit memang bukan bagaimana anak bisa melakukan apa yang kita suruh tapi melainkan sulitnya kita memberikan contoh kepada anak agar anak mampu berperilaku baik sesuai yang kita harapkan. Untuk itu cobalah berikan contoh yang kongkrit kepada anak bagaimana seharusnya kita bersikap yang baik.

Untuk itu, kami disini akan memberikan beberapa tips Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari agar anak mampu tumbuh kembang menjadi pribadi yang baik dan mampu menjunjung tinggi nlilai itu kelak sampai ia dewasa nanti. Berikut tips nya :

1. AJARKAN KATA-KATA SAKTI INI;

  • TOLONG : Ketika ingin meminta bantuan kepada orang lain.
  • MAAF : Jika melakukan kesalahan.
  • TERIMAKASIH : Ketika ada yang memberikan sesuatu atau pertolongan.
  • PERMISI : Ketika masuk/melewati kerumunan orang
  • IZIN : Jika hendak mau melakukan sesuatu atau meminta pendapat

2. BERSIKAP SOPAN SANTUN DALAM PERILAKU DAN BERBICARA

Berikan pemahaman yang baik kepada anak penting nya berperilaku sopan dan santun dalam berbicara. Berikan contoh langsung ketika kita berbicara dan bersikap kepada tamu atau siapa saja lawan bicara kita. Dan ajarkan juga anak untuk tidak memotong pembicaraan orang ketika sedang berbicara.

3. JANGAN BERSIKAP KASAR
Lagi-lagi berikan pemahaman dan contoh kepada anak agar tidak bersikap kasar terhadap orang lain, agar tidak merugikan orang lain dan anak kita juga tidak dapat predikat anak ‘GALAK,NAKAL dan predikat buruk lain nya yang akan mempengaruhi alam bawah sadar nya. Bimbing anak kita agar bisa mengontrol emosi ketika ada hal yang tidak ia sukai dan berada dalam situasi yang tidak mengenakan.
Terapkan sifat lemah lembut pada diri anak agar terhindar dari sikap kasar.

4. BERSIKAP TANGGUNG JAWAB

Ajarkan anak agar memiliki sikap tanggung jawab sedari dini. Agar kelak ketika tumbuh dewasa nanti ia akan selalulu bersikap menerima dan menanggung sendiri atas apa yang telah ia perbuat.
Contoh kecil menerapkan sikap tanggung jawab pada anak ini misal dengan cara memintanya membereskan mainan pada tempat nya lagi, meletakan kembali alat makan pada tempat nya, membuang sampah pada tempatnya dan hal-hal kecil lain nya.

5. MENERAPKAN SIFAT KASIH SAYANG TERHADAP SESAMA

Berikan pemahaman agar kita senantiasa harus saling sayang menyayangi, contoh kecil pembuktian kasih sayang ini dengan memberikan pelukan kepada orang tersebut. Tapi, harus digarisbawahi ya tidak semua orang bisa dipeluk apalagi orang yang tidak begitu dikenal. Contoh kecil kasih sayang dengan memeluk adik nya, kakak nya, orang tua nya, nenek kakek nya, saudaranya dan orang terdekat nya.

6. MENERAPKAN SIFAT JUJUR DALAM BERPERILAKU

Selalu katakan padanya apapun masalah nya bicaralah, bicara terbuka,  jujur apa adanya. Jangan sesekali berbohong, karena berbohong sekali bisa menjadi pembiasaan buruk sampai kelak nanti ia dewasa.

7. MENGAJARKAN DOA SEHARI-HARI

Biasakan anak diajarkan berdoa ketika mau melakukan sesuatu, misal doa sebelum makan & setelah makan, mau tidur & bangun tidur, doa masuk WC, doa keluar rumah dan doa-doa lain nya.

8. AJARKAN ANAK UNTUK BERIBADAH TANPA PAKSAAN

Contohkan anak dengan nilai-nilai religius, ajak anak untuk mengenal tuhan nya. Contoh nya ajarkan anak untuk Shalat, Membaca Al-qur’an.
Jangan dipaksa, pakailah metode yang sesuai dengan karekter si anak. Ingat sekali lagi bukan hanya menyuruh tapi ajak bersama-sama untuk mengerjakan ibadah.

 

Mungkin itu beberapa tips yang bisa kamii share kepada ayah bunda, semoga bermanfaat 🙂

Memberikan Tauladan Kepada Sang Buah Hati

Baik sebelum jauh membahas ini dan itu saya coba ajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada pembaca . dahulu sewaktu kita kecil lebih manfaat mana mendengarkan nasehat ayah saja atau ayah menasehati seperti buang sampah janganlah sembarangan lalu ayah pun mencontohkan setiap ia membuang sampah ya di buang ketempat nya .pastinya kita lebih suka memilih pilihan yang kedua .tidak hanya perintah nya namun contohnya pun kita teladani .kini itulah cara yang efektif bagi kita selaku orang tua dalam mendidik anak sebegai generasi pengganti kita kelak disuatu hari nanti . kita persenjatai mereka dengan ilmu dan adab . ingat orang tua adalah role model utamanya sebelum mereka mencontoh orang lain .bagi saya ini yang disebut dengan sebuah keteladan .

sebagai pengingat rasanya cocok kata-kata ini ditulis bila perlu setelah menulis disecercak kertas dirobek dengan rapi lalu tempelkan ke dinding :

# ketika engkau membantu seorang fakir dihadapan anakmu .itu jauh lebih baik ketimbang ribuan pelajaran tentang sedekah .

#  ketika engkau membuang sampah pada tempatnya ,jauh itu lebih berarti ketimbang ratusan khutbah tentang kebersihan .

# ketika engkau melaksanakan sholat tepat diawal waktu ,itu lebih mendidik ketimbang ratusan ceramah tentang kedisplinan .

# ketika engkau meletakan beberapa botol air mineral didepan masjid ,itu jauh lebih berharga ketimbang ribuan seminar tentang kemanusiaan .

didiklah anak-anak mu dengan qudwah (keteladanan) bukan dengan sekedar teori . (kang Aan Chandra)

oleh karena itu sebelum anak-anak kita setiap pagi berangkat kesekolah menuntut ilmu dengan berbagai macam disiplin ilmu juga meniru keteladan para sang pendidik atau majelis guru ,mereka terlebih dahulu menuntut ilmu dan meniru tingkah laku atau akhlak orang tua nya baik secara langsung maupun tidak .hal demikian menjadikan orang sebagai pembelajar yang tidak pernah kenal ruang dan waktu .belajar ,belajar dan terus belajar tidak kenal henti sampai mati .

kewajiban menuntut ilmu tidak hanya di bangku sekolah saja dalam kehidupan pun menuntut lebih dari itu .kita pun sepakat karir boleh gagal,prestasi boleh tak tergapai dan bisnis pun tak apa walau rugi namun jangan sampai gagal dalam mengurus anak .

tak kenal henti mempelajari kisah sukses para orang tua yang berhasil mendidik anak-anak nya baik dalam membangun prestasi akademik dan membina mental spritual nya agar memiliki budi pekerti yang baik .sebut saja salah satu ulama besar asal banten cara mendidik anak -anak nya sangat bisa di jadikan contoh ulama tersebut ialah mendiang Abuya Dimyati atau yang seringkali dikenal dengan abuya dim . walau kini beliau telah tiada namun contohnya dalam mendidik anak-anak tak pernah usang ditinggal masa . hal yang dapat ditiru ialah dalam disiplin shalat berjamaah .

abuya dimyati adalah ulama besar yang memiliki banyak santri . sedikit hal yang begitu menjadi perhatian saya adalah ketegasannya  dalam mendirikan  shalat berjamaah dimana shalat berjamaah tidak akan dilaksanakan apabila anak-anak nya belum berkumpul untuk shalat berjamaah .habit atau kebiasaan positive inilah yang dapat kita terapkan di rumah agar sebagai orang tua dan anak mendapatkan keberkahan dalam shalat berjamaah khusus nya .

sengaja kisah itu sedikit diceritakan agar menjadi hikmah .bukan tanpa alasan zaman sekarang tidak sedikit anak-anak yang rajin sholat saat mengajak orang tua nya shalat berjamaah dimasjid alih alih mengikuti ajakan nya malah mengelak dengan berbagai alasan bahkan tidak sedikit sang anak dimarahi olehnya .naudzubillah semoga hal itu tidak terjadi kepada keluarga siapapun .

 

 

 

visi generasi Al-Quran

Sengaja tulisan ini saya sajikan untuk pembaca yang di ambil dari grup telegram yang setiap hari saya baca .ya sengaja saya baca agar menambah ilmu pengetahuan dan mengasah kemampuan menulis .semoga saja dapat memberi sedikit pencerahan bagi ibu dan bapak yang sedang mendidik buah hatinya di rumah . dari segi bahasa pemaparan nya tidak ada yang berubah agar energy tulisan sang penyampai materi yaitu Ustadzah Yanti Tanjung semoga beliau diberi kesehatan dan umur yang panjang dalam rangka ketaatan kepada sang Khalik juga dikaruniakan ilmu yang bermanfaat .materi yang disampaikannya dapat langsung menyentuh isi hati pembaca semua .karena menurut saya ini sangat penting untuk diketahui dan kita tetap meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dapat mengamal kan nya dirumah dalam kehidupan sehari-hari .

VISI GENERASI DALAM ALQURAN

Ibu punya harapan apa terhadap anak ? Ayah punya cita-cita apa terhadap anak. Hampir semua ayah dan bunda yang ditanya memiliki nada yang sama, ingin memiliki anak yang saleh dan salehah, di sebagain kesempatan ada juga ibu yang PD menjawab ingin memiliki anak hafidz hafidzah, menjadi pemuda kesatria penakluk Roma, masya Allah.

Sisi lain ada juga ayah bunda yang masih ragu dengan visinya, terkadang hanya ibu yang berambisi menjadikan anaknya menjadi shaleh shalehah sedangkan ayah tidak, ingin menerima hasil saja atau sebaliknya. Terkadang juga terjadi berbeda cita-cita ayah ingin anaknya menjadi insinyur sementara ibu ingin anaknya menjadi ulama, akhirnya visi yang tidak sama menghadirkan banyak kekisruhan dalam menyiapkan anak.

Ada pula ayah bunda hanya punya harapan ala kadarnya, minimalis tidak begitu bersemangat dalam meraih harapan demi harapan bahkan untuk sekedar punya cita-cita saja masih bingung, ingin mengarahkan anaknya ke arah mana.

Alquran adalah mu’jizat, petunjuk hidupnya tidak lekang oleh zaman, tidak luntur oleh usia zaman apalagi usia kita, telah menempa kita bagaimana menjadi orang tua yang visioner. Bahkan Alquran mengajarkan kita merancang sebuah visi generasi memimpin di dunia ini menjadi wildanun mukhalldun (generasi surga) di akhirat nanti.

Setidaknya tiga visi ini menjadi visi kita dalam mendidik anak :

1.Generasi Tangguh

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُواعَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.”
(An-Nisa’: 9)

2. Generasi pemimpin

. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(QS. Al Furqon: 74)

4.Generasi Khairu Ummah

. كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Ali Imran : 110)

Alquran yang menjelaskan segala sesuatu telah membimbing kita untuk memiliki sebuah visi terhadap generasi. Maka tugas kita adalah bagaimana berupaya mewujudkan apayang menjadi harapan Alquran untuk anak-anak kita. Bahkan doa tertentupun sudah diajarkan kepada kita untuk kita pinta kepada Allah swt. Tidak ada pejelasan yang serinci-rincinya dalam mendidik anak selain islam.

Wallahu ‘Alam bis showab

menyeimbangkan antara harapan dan karunia dari Allah dalam memiliki Anak Lelaki atau perempuan .

Menulis tentang tema ini berangkat dari pengalaman yang saya dapatkan, salah satu kejutan manis yang menanti Bunda saat kehamilan adalah kabar mengenai jenis kelamin bayi yang Bunda kandung.

Ada beberapa orang tua yang memilih untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi hingga saat dia dilahirkan.

Ayah dan Bunda hanya menerka-nerka adapula yang ambisi untuk memiliki anak perempuan atau sebaliknya .

Ini cerita yang saya dapatkan, jadi ada 2 rumah tangga yang memiliki 2 harapan berbeda mengenai keinginannya dalam memiliki keturunan.

Saya awali dari keluarga A terlebih dahulu, keluarga  yang satu ini nflik nya mkoengenai anak cukup lah serius.

Keluarga ini sudah berumah tangga sekitar 10 tahun dan memilki dua putri yang masih duduk di bangku kelas 5 madarasah ibtidaiyah dan adik nya baru saja kelas satu.

Anak ketiga belum lah lahir sedang dalam kandungan yang sudah menginjak sekitar 9 bulan.

Saya dengar kabar bahwa sang suami akan mempoligami istri apabila bila anak yang ketiga ini adalah perempuan.

Bagi saya hal ini serius karena menyangkut keutuhan rumah tangga padahal haruslah di mengerti bahwa apapun jenis kelamin nya nanti yang kan terlahir dari Rahim  istrinya adalah mutlak kuasa sang maha pemberi Allah Ta’ala Robbul jalil.

Jadi manusia tidak bisa memvonis mau nya apa nanti tanpa ridho dengan ketentuan NYA hal demikian lah yang sering mengundang banyak malapetaka dalam rumah tangga akhir-akhir ini.

Pasrah kan kepada sang maha adidaya insyaallah akan datang kebahagian sebagaimana pepatah arab mengatakan

الرضاء بلقضاء جنة الدنيا

artinya : hati yang ikhlas atau ridho terhadap takdir merupakan surge dunia.

Berbeda lagi dengan satu keluarga ini, bila yang pertama saya sebut keluarga A jadi kisah berikut nya akan menceritakan tentang keluarga B.

Keluarga B memiliki dua orang putra, putra pertama sudah kelas 2 Aliyah dan Mondok di pesantren lalu putra kedua nya barulah kelas 2  Madrasah Ibtidaiyah sama seperti kisah sebelum nya keluarga B pun sang istri sedang hamil 9 bulan, hingga saya menulis tulisan ini kabarnya sang istri sudah memasuki bulan nya untuk mempersiapkan persalinan kebetulan keluarga B ini adalah tetangga saya persis Karena rumahnya sebelah kiri rumah.

Saya dapat melihat apa yang menjadi harapan atau menaruh harapan apa pada sang janin entah itu laki-laki atau perempuan nyatanya anak perempuan menjadi harapan lahir nya keturuannannya kelak.

Namun tidak seambisi seperti keluarga A tadi keluarga B ini saya perhatikan tak pernah lepas untuk bermunajat memohon kepada AL-WAHAB Allah yang maha pemberi agar di karunia putri cantik nan sholehah.

ya semoga saja doa nya di ijabah karena sebagai manusia hanya memiliki doa dan ikhtiar hasil nya Allah Ta’ala lah yang menentukan baik laki-laki atau perempuan kita yakin itu lah yang terbaik .

Bagi keluarga yang belum memilki keturunan apapun yang di berikah itulah yang terbaik.

Amanah yang harus di jaga, saat harapan itu belumlah kunjung tiba seperti sudah memiliki anak perempuan berharap hadir nya keturunan laki-laki atau sebalik nya tak ada salah terus meminta yang salah itu menghentikan berdoa dan ikhtiar nya sepanjang hari.

Petuah yang saya dapat dari alim ulama bila kita ingin hajat terkabulkan jangan lupa banyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah.

Pada akhir nya mari kita saling mendoakan saudara –saudara kita  agar memilki keturunan yang sholeh dan sholehah apapu perjuangan dan pengorbanan nya untuk mewujudkan DREAM itu terjadi semoga Allah Ta’ala mudahkan ,Amin.

pendidikan anak
anak lelaki anak perempuan

Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang agar Sholeh dgn Membiasakannya Gemar Sedekah

Bagaimana Cara Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah, agar tumbuh sholehah?

 

Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah
Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah

 

Saya ingin mulai dengan penjelasan seorang kyai muda yang entah saya tak ingat namanya. Ceramah yang disampaikan mengenai keunggulan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa, ada tiga hal yang saya catat dan garisbawahi  diantaranya :

  1. Anak –anak itu bila memiliki rizki mudah sekali untuk berbagi dengan teman teman nya
  2. Bila terjadi permusuhan atau saling marah sesamanya. cepat sekali akur nya selang beberapa menit usai saling marahan mereka bermain kembali seperti biasa
  3.  Point  yang terakhir ini menjelaskan bahwa jiwa anak-anak selalu legowo atau lapang dada,tidak ada uneg-uneg dalam hati nya fikirannya,hatinya dan prilakunya bebas tanpa beban karena semua bermula dari hati nya yang senantiasa lapang  tak salah bilah ada lagu sewaktu kita masih kecil dahulu seperti ini :

Disini senang disana senang di mana –mana hati ku senang

Syalala…lalala…lalala…lala….lala…lala…lala.

Memang cocok hati yang selalu riang adalah jiwa mereka, jiwa anak-anak  lucu, polos dan selalu mengundang keceriaan tersendiri.

Hal ini sangat terasa, khusus nya bagi saya yang memang setiap hari dikelilingi oleh anak-anak kecil karena rumah saya berdekatan sekali dengan taman pendidikan al-quran (TPQ)dan Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat dengan sekolah dasar (SD).

Dari sisni maka akan sangat baik rasanya bila kita Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang sesuai dengan karakter mereka yang riang, cara seperti ini akan mudah mereka terima.

Selain itu keunggulan anak-anak yaitu mudah berbagi seperti yang sudah saya tulis,  karakter ini harus terus di pelihara dan di pertahankan.

Satu hal menurut hemat saya, perubahan yang harus dilakukan oleh orang tua mengenai cara mendidik anak membiasakan sedekah agar timbul rasa sayang sesama umat beragama ialah cara membagikan nya harus kepada siapa atau kemana ?

Mari kita coba arahkan agar biasa berbagi terhadap anak-anak yatim, saudara –saudara yang tidak mampu atau setiap hari jumat biasakan sedekah di keropak masjid dengan demikian hati nya akan terus terpelihara menjadi orang yang sholeh atau sholehah yang memiliki karakteristik ahli sedekah.

Karena secara tidak langsung saat mengajarkan mereka berderma kepada sesama saudaranya yang kurang mampu akan menunmbuhkan syukur.

Dan bilakelak suatu hari anak anak kita beranjak remaja dan tetap menjadi budi pekerti mulia ini insyaaAllah akan di liputi banyak keberkahan karena bukan kah hamba yang pandai bersyukur akan di tambahkan nikmat –Nya.

Sebagai mana yang termaktub dalam surat Ibrahim ayat ke tujuh. semoga saja kita dan keturunan yang dimiliki menjadi hamba hamba Allah yang gemar bersedekah .

Sedekah itu menyenangkan dan efeknya insyaAllah pasti menenangkan.  Tidak salah rasa nya bila kesenangan itu datang setelah bersedekah karena harta yang telah di sisihkan untuk bersedekah hakikat nya tidak berkurang bahkan Allah Taala lipat gandakan.

Satu kebaikan di balas sepuluh bahkan bila Allah berkehendak kelipatan nya lebih dari itu, Maha Benar Allah Ta’ala atas segala janjinya.

Selain menyenangkan sedekah pun akan menenangkan hati  si pelaku sedekah tersebut, sebagai mana dalam keterangan alim ulama telah di jelaskan bahwa  harta yang di sedekah kan :

1. Awalnya tidak berkah menjadi berkah

2. Dari harta yang sedikit menjadi banyak

3. Harta yang menjadikan orang pelit kelak harta itu akan di mintai pertanggung jawaban nya namun bila di sedekahkan kepada yang membutuhkan maka  awal nya Nampak menjadi musuh setelah akan menjadi kekasih .

4. Saat harta tanpa sedekah akan berakhir dengan sia-sia maka setelah di sedekahkan akan menjadi investasi di akhirat kelak .

Uraian penjelasan diatas hanya sedikit memotivasi pembaca sebagai orang tua akan fadhilah atau keutamaan sedekah agar bisa mulai mendidik anaknya dengan kasih sayang dan membiasakan sedekah.

Taklupa pula sebagai bekal untuk mendidik buah hati agar dapat melaksanakan sunah Nabi yang sangat di anjurkan ini yaitu menjadi hamba yang mulia dengan cara gemar bersedekah.

Kemudian pastikan orang tua terlebih dahulu yang memberikan contoh insyaallah kebaikannya pun akan di tiru oleh sang anak.

Semoga kita senantiasa mampu mendidik anak dengan cinta dan kasih sayang dan mulai menanamkan habit sedekah bagi anak kita…

 

Aamiin…

Mendidik Anak yg Baik utk Mencetak Anak Sholeh

Mendidik Anak yg Baik utk Mencetak Anak Sholeh

Mencetak Anak Sholeh dengan Pendidikan yang Baik

 

Mendidik anak yang baik
Cara mendidik anak yang baik secara islami

 

 

 

 

 

 

 

Pernikahan sejatinnya bukan hanya perpindahan dari status single menjadi berdua, namun pernikahan adalah bentuk sebuah ketaatan hamba kepada Rabb nya untuk merealisasikan sebagian daripada sunah Rasulnya agar setelah menikah semakin dekat dengan Allah SWT .

Beribadah kepada Nya berbeda dengan masa lajang, dari segi apapun bentuk ibadah yang dilakukan oleh  hamba yang telah menikah akan mendatangkan berbagai bentuk kebaikan salah satunya pahala yang berlipat ganda, terlebih seribu dari satu tujuan pernikahan ialah memiliki dan mencetak anak sholeh dengan pendidikan yang baik.

Sebagai bekal amal kita atau investasi akhirat kita kelak karena anak yang sholeh adalah lentara bagi orang tua disaat sudah tidak ada lagi di alam dunia dan juga kebanggaan Rasululullah yang kelak suatu hari akan di kumpulkan di yaumil kiamah lalu di perlombakan dengan umat umat Nabi yang lain mana yang lebih banyak pengikutnya dan mana yang lebih sholeh dan taat kepada Rabbnya juga kepada Rasul nya.

Satu harapan yang aku rasa semua pasangan ingin memilikinya yaitu memiliki keturunan yang sholeh sebagai mana yang telah dijelaskan pada paragraph pertama, walaupun sebagai orang tua belum memiliki kepribadian yang sholeh namun

Jangan berhenti untuk terus memperbaiki diri sembari mendidik buah hati agar dapat mencetak anak yang sholeh dan sholehah.

Suatu hari saat dikelas saya terinspirasi keceriaan para siswa siswi yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar islam terpadu  lalu hal demikan saya kaitkan dengan nasehat yang dahulu pernah saya dapatkan dari para orang tua baik itu bapak dan ibu saya juga guru-guru tentang pendidikan anak yang baik.

Saya setuju selain sebagai orang tua kita memiliki kewajiban akan tetapi jangan pernah melupakan hak anak-anak kita beberapa hak mereka diantaranya :

Empat Belas Permintaan buah hati yg merupakan haknya tapi tidak pernah mereka utarakan :

  1. Sayangi dan cintai  aku dengan sepenuh hatimu
  2. Jangan memarahi aku di depan orang ramai
  3. Jangan perbandingkan aku dengan adik atau kakak ku dan orang lain
  4. Abi umi selalu ingat ,aku adalah gambaran utuh diri-mu
  5. Setiaphari umurku terus bertambah olehkarenanya jangan selalu anggap aku anak kecil
  6. Biarkanaku mencoba sesuatu yg baik, dan beritahu aku bila aku salah
  7. Jangan ungkit ungkit  pembelajaran yg ku buat lewat kesalahanku
  8. Aku adalah ladang pahala bagi ayah dan bunda
  9. Janganlahbmarahi aku dgn mengatakan hal-hal buruk, karena apa yang keluar  dari mulut ayah bunda menjadi doa bagiku .
  10. Jangan melarangku hanya dengan kata TIDAK BOLEH tapi berilah penjelasan kenapa aku jangan melakukan sesuatu
  11. Tolong aku, ayah bunda ,jangan HANCURKAN mentalku dan pemikiran ku dengan  bentak bentak aku setiap hari .
  12. Jangan ikutkan aku dalam masalah mu yang tidak kaitan nya dengan ku kau marah sama yang lain, aku imbasnya .
  13. Akuingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang di kehidupanku dan masa depan ku
  14. Berikanlah pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu  kelak dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke surga.

Dan ku coba tuliskan nasehat yang teramat sangat berharga bagi orang tua untuk buah hatinya dalam mendidik  nasehat yang ku ambil dari tuan guru :

✓ jangan sering dibuat menangis

✓anak kecil itu seperti wali (orang sholeh )

✓jangan sering dipuji dengan pujian yang berlebihan

Dan pada akhir ku menyimpulkan bagaimana kiat nya mencetak anak sholeh dan sholehah menurut pemikiran atau nasehat dari tuan guru sekumpul :

1.carilah pekerjaan yang halal (berkah )

2.arahkan anak anak ke sekolah agama carikan guru yang jelas (faseh ) karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya

3.jagalah makananya yang bener bener halal

4.kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang –orang sholeh atau alim

Tidak hanya satu dua hari kita berdoa agar memiliki putra putri yang sholeh namun sepanjang hari . anak anak kita adalah investasi akhirat kita . mendidik mereka adalah amanah dari sang maha kuasa .kehadiran nya sebagai penyemangat hidup dan pelipur lara di saat duka melanda .

 

 

memiliki keturunan yang sholeh.
Cara Mendidik Anak Perempuan usia 2,3,4,5 tahun Sejak Dini

Cara Mendidik Anak Perempuan usia 2,3,4,5 tahun Sejak Dini

Bagaimana Cara Mendidik Anak Perempuan usia 2,3,4,5 tahun Sejak Dini?

Mendidik anak perempuan usia 2 tahun sejak dini
Bagaimana cara Mendidik anak perempuan usia 2 tahun sejak dini agar mereka tumbuh sholehah

Saat ini banyak kejadian miris yang sering kita saksikan di media, hal ini tentu ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Salah satu faktor terbesar adalah bagaimana didikan orang tua terhadap anaknya, bicara tentang bagaimana cara mendidik anak perempuan secara islami ada banyak hal yang tentu kita sebagai orang tua wajib mempelajari dan mempraktikannya pada buah hati kita.

Al quran dan hadits serta para ulama sudah banyak menulis bagaimana cara mendidik anak yang baik agar mampu tumbuh semakin sholehah.