menyeimbangkan antara harapan dan karunia dari Allah dalam memiliki Anak Lelaki atau perempuan .

menyeimbangkan antara harapan dan karunia dari Allah dalam memiliki Anak Lelaki atau perempuan .

Menulis tentang tema ini berangkat dari pengalaman yang saya dapatkan, salah satu kejutan manis yang menanti Bunda saat kehamilan adalah kabar mengenai jenis kelamin bayi yang Bunda kandung.

Ada beberapa orang tua yang memilih untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi hingga saat dia dilahirkan.

Ayah dan Bunda hanya menerka-nerka adapula yang ambisi untuk memiliki anak perempuan atau sebaliknya .

Ini cerita yang saya dapatkan, jadi ada 2 rumah tangga yang memiliki 2 harapan berbeda mengenai keinginannya dalam memiliki keturunan.

Saya awali dari keluarga A terlebih dahulu, keluarga  yang satu ini nflik nya mkoengenai anak cukup lah serius.

Keluarga ini sudah berumah tangga sekitar 10 tahun dan memilki dua putri yang masih duduk di bangku kelas 5 madarasah ibtidaiyah dan adik nya baru saja kelas satu.

Anak ketiga belum lah lahir sedang dalam kandungan yang sudah menginjak sekitar 9 bulan.

Saya dengar kabar bahwa sang suami akan mempoligami istri apabila bila anak yang ketiga ini adalah perempuan.

Bagi saya hal ini serius karena menyangkut keutuhan rumah tangga padahal haruslah di mengerti bahwa apapun jenis kelamin nya nanti yang kan terlahir dari Rahim  istrinya adalah mutlak kuasa sang maha pemberi Allah Ta’ala Robbul jalil.

Jadi manusia tidak bisa memvonis mau nya apa nanti tanpa ridho dengan ketentuan NYA hal demikian lah yang sering mengundang banyak malapetaka dalam rumah tangga akhir-akhir ini.

Pasrah kan kepada sang maha adidaya insyaallah akan datang kebahagian sebagaimana pepatah arab mengatakan

الرضاء بلقضاء جنة الدنيا

artinya : hati yang ikhlas atau ridho terhadap takdir merupakan surge dunia.

Berbeda lagi dengan satu keluarga ini, bila yang pertama saya sebut keluarga A jadi kisah berikut nya akan menceritakan tentang keluarga B.

Keluarga B memiliki dua orang putra, putra pertama sudah kelas 2 Aliyah dan Mondok di pesantren lalu putra kedua nya barulah kelas 2  Madrasah Ibtidaiyah sama seperti kisah sebelum nya keluarga B pun sang istri sedang hamil 9 bulan, hingga saya menulis tulisan ini kabarnya sang istri sudah memasuki bulan nya untuk mempersiapkan persalinan kebetulan keluarga B ini adalah tetangga saya persis Karena rumahnya sebelah kiri rumah.

Saya dapat melihat apa yang menjadi harapan atau menaruh harapan apa pada sang janin entah itu laki-laki atau perempuan nyatanya anak perempuan menjadi harapan lahir nya keturuannannya kelak.

Namun tidak seambisi seperti keluarga A tadi keluarga B ini saya perhatikan tak pernah lepas untuk bermunajat memohon kepada AL-WAHAB Allah yang maha pemberi agar di karunia putri cantik nan sholehah.

ya semoga saja doa nya di ijabah karena sebagai manusia hanya memiliki doa dan ikhtiar hasil nya Allah Ta’ala lah yang menentukan baik laki-laki atau perempuan kita yakin itu lah yang terbaik .

Bagi keluarga yang belum memilki keturunan apapun yang di berikah itulah yang terbaik.

Amanah yang harus di jaga, saat harapan itu belumlah kunjung tiba seperti sudah memiliki anak perempuan berharap hadir nya keturunan laki-laki atau sebalik nya tak ada salah terus meminta yang salah itu menghentikan berdoa dan ikhtiar nya sepanjang hari.

Petuah yang saya dapat dari alim ulama bila kita ingin hajat terkabulkan jangan lupa banyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah.

Pada akhir nya mari kita saling mendoakan saudara –saudara kita  agar memilki keturunan yang sholeh dan sholehah apapu perjuangan dan pengorbanan nya untuk mewujudkan DREAM itu terjadi semoga Allah Ta’ala mudahkan ,Amin.

pendidikan anak
anak lelaki anak perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *