Memberikan Tauladan Kepada Sang Buah Hati

Baik sebelum jauh membahas ini dan itu saya coba ajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada pembaca . dahulu sewaktu kita kecil lebih manfaat mana mendengarkan nasehat ayah saja atau ayah menasehati seperti buang sampah janganlah sembarangan lalu ayah pun mencontohkan setiap ia membuang sampah ya di buang ketempat nya .pastinya kita lebih suka memilih pilihan yang kedua .tidak hanya perintah nya namun contohnya pun kita teladani .kini itulah cara yang efektif bagi kita selaku orang tua dalam mendidik anak sebegai generasi pengganti kita kelak disuatu hari nanti . kita persenjatai mereka dengan ilmu dan adab . ingat orang tua adalah role model utamanya sebelum mereka mencontoh orang lain .bagi saya ini yang disebut dengan sebuah keteladan .

sebagai pengingat rasanya cocok kata-kata ini ditulis bila perlu setelah menulis disecercak kertas dirobek dengan rapi lalu tempelkan ke dinding :

# ketika engkau membantu seorang fakir dihadapan anakmu .itu jauh lebih baik ketimbang ribuan pelajaran tentang sedekah .

#  ketika engkau membuang sampah pada tempatnya ,jauh itu lebih berarti ketimbang ratusan khutbah tentang kebersihan .

# ketika engkau melaksanakan sholat tepat diawal waktu ,itu lebih mendidik ketimbang ratusan ceramah tentang kedisplinan .

# ketika engkau meletakan beberapa botol air mineral didepan masjid ,itu jauh lebih berharga ketimbang ribuan seminar tentang kemanusiaan .

didiklah anak-anak mu dengan qudwah (keteladanan) bukan dengan sekedar teori . (kang Aan Chandra)

oleh karena itu sebelum anak-anak kita setiap pagi berangkat kesekolah menuntut ilmu dengan berbagai macam disiplin ilmu juga meniru keteladan para sang pendidik atau majelis guru ,mereka terlebih dahulu menuntut ilmu dan meniru tingkah laku atau akhlak orang tua nya baik secara langsung maupun tidak .hal demikian menjadikan orang sebagai pembelajar yang tidak pernah kenal ruang dan waktu .belajar ,belajar dan terus belajar tidak kenal henti sampai mati .

kewajiban menuntut ilmu tidak hanya di bangku sekolah saja dalam kehidupan pun menuntut lebih dari itu .kita pun sepakat karir boleh gagal,prestasi boleh tak tergapai dan bisnis pun tak apa walau rugi namun jangan sampai gagal dalam mengurus anak .

tak kenal henti mempelajari kisah sukses para orang tua yang berhasil mendidik anak-anak nya baik dalam membangun prestasi akademik dan membina mental spritual nya agar memiliki budi pekerti yang baik .sebut saja salah satu ulama besar asal banten cara mendidik anak -anak nya sangat bisa di jadikan contoh ulama tersebut ialah mendiang Abuya Dimyati atau yang seringkali dikenal dengan abuya dim . walau kini beliau telah tiada namun contohnya dalam mendidik anak-anak tak pernah usang ditinggal masa . hal yang dapat ditiru ialah dalam disiplin shalat berjamaah .

abuya dimyati adalah ulama besar yang memiliki banyak santri . sedikit hal yang begitu menjadi perhatian saya adalah ketegasannya  dalam mendirikan  shalat berjamaah dimana shalat berjamaah tidak akan dilaksanakan apabila anak-anak nya belum berkumpul untuk shalat berjamaah .habit atau kebiasaan positive inilah yang dapat kita terapkan di rumah agar sebagai orang tua dan anak mendapatkan keberkahan dalam shalat berjamaah khusus nya .

sengaja kisah itu sedikit diceritakan agar menjadi hikmah .bukan tanpa alasan zaman sekarang tidak sedikit anak-anak yang rajin sholat saat mengajak orang tua nya shalat berjamaah dimasjid alih alih mengikuti ajakan nya malah mengelak dengan berbagai alasan bahkan tidak sedikit sang anak dimarahi olehnya .naudzubillah semoga hal itu tidak terjadi kepada keluarga siapapun .

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *