membangun generasi yang sholeh .

membangun generasi yang sholeh .

Membangun generasi yang sholeh .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-NYA kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengenai ayat yang dimaksud diatas  bahwa yang dimaksud “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” yaitu ajarilah diri kalian dan keluarga kalian al-khair (kebaikan). (Diriwayatkan Al-Hakim dalam Mustadraknya 4/494).
                   Lawan kata kehidupan adalah kematian .keduanya berjalan beriringan entah kapan giliran kita menunggu kematian itu datang sungguh tidak dapat di tentukan .datang nya kematian tidak bisa ditunda saat ia datang saat itu pula kehidupan anak adam berakhir .

              Ada hikmah mengenai Nabiyulloh Ya’kub ‘alaihissalam tatkala kematian hendak datang menjemput tanpa kenal kata tunda Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam tak luput perhatian terhadap kondisi anak-anaknya sepeninggal ia wafat .

              Adakah dalam pikirannya kelak akan jadi apa anaku ? tidak ada .adakah dalam pikirannya membicarakan mengenai harta ? tidak ada .adakah dalam pikirannya kendaraan apa yang akan diberikan kepada anaknya sepeninggal ia nanti ? tidak ada .adakah dalam pikirannya bagaimana keadaan tempat tinggal anaknya ? tidak ada .

              Komunikasi keduanya sama sekali tidak mmbicarakan mengenai urusan duniawi .nyataya yang terpikirkan dalam benak Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam yaialah kekahawatirannya mengenai keimanan anak –anaknya sepeninggalnya nanti .

Bukan harta bukan pula tahta yang akan disandang anak-anak nya nanti namun tertulis dalam bahasa yang begitu indah yakni ucapan Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam :ى  ماَتَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِArtinya  : “ apa yang kalian sembah sepeninggalku ?

Dialog selengkapnya dapat kita temukan pada surat al-baqoroh : 133

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami menyembah ilah-mu dan ilah leluhurmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-NYA.”

kekuatan iman yang menjadi tolak ukur para sholihin terdahulu untuk membina dan membangun generasi sholeh .bila kita renungkan melihat dari sudut pandang Nabiyulloh Ya’kub teramat begitu tajam dan khawatirnya tentang akidah atau iman anak-anak nya .

iman adalah fitrah bagi setiap hamba .iman adalah fitrah bagi anak yang melekat dalam dirinya .iman ini yang harus dijaga dalam pendidikan anak .sama –sama menjaga akidah ahli sunah wal jama’ah ,dan tentunya orang tua terlebih dahulu yang sudah menanamkan kuat nya iman dalam diri .

isyarat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya mengenai fitrah keimanan pada diri anak :
“Setiap anak yang lahir dalam keadaan membawa fitrah (tauhid). Maka, kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api).” (HR. Al-Bukhari-Muslim hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

membangun generasi yang sholeh
membangun generasi yang sholeh .

anak adalah investasi akhirat bagi ayah dan bunda . indah rasanya bila dalam hidup berumah tangga dikarunia putra-putri yang sholeh dan sholehah .ketika orang tua telah tiada pun karakter anak sholeh senantiasa mendoakan kedua orang tuanya .

Rasa rasanya menjadi sebuah penyesalan saat membesarkan anak tanpa memupuk keimanan dalam dalam sanubarinya karena sudah menjadi syarat utama bahwa hadir nya generasi yang sholeh sebab baik nya akidah orang tuanya .

Jangan disangka membiarkan anak tumbuh besar tanpa ilmu dan iman merupakan tindakan kriminal .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *