mendidik anak di era zaman digital

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

tugas orang tua ialah mempersiapkan anak menghadapi zaman nya . kita sebagai orang tua ,apakah sudah mempersiapkan anak mengahdapi era digital saat ini ? dan era kedepannya ? sedikit kita ulas mengenai apa saja tantangan dan cara mendidik anak di era zaman digital seperti sekarang .

dibeberapa negara maju  seperti di jerman mengawasi penggunaan ponsel terhadap anak -anak dengan begitu ketat .sama hal nya seperti di negara finlandia penggunaan ponsel pada anak-anak diawasi dengan begitu ketat .di perancis bahkan sudah melarang anak-anak menggunakan ponsel diarea sekolah dan kini di negara ginseng atau korea yang sudah tidak asing lagi begitu dikenal memiliki perkembangan teknologi terpesat didunia pun kini sudah mengantisipasi pengaruh negatifnya terhadap anak-anak sebagai generasi penerus masa depan .terakhir di silicon valley orang-orang genius menjauhkan komputer dari keseharian anak-anak mereka.

mendidik anak di era zaman digital
“Ketika anak dibatasi dia pegang gadget, orangtua perlu beri alternatif lain. Tidak bisa kalau ibu atau ayahnya tidak di rumah. Contohnya ikuti les berenang, main basket, futsal, gitar atau apa yang disukai anak,” pungkas Elly

ayah bunda ,kita sudah mengetahui bahwa kini memang kemajuan teknologi semakin canggih dan begitu pesat dan tak dapat dipungkiri pula bahwa kehadidirannya dapa mempermudah hidup kita .salah satu diantaranya ialah saat mengasuh anak .melalui media teknologi dapat membangun media yang interaktif bagi anak oleh karena kehadirannya lebih diminati oleh anak .anak-anakpun lebih relatif mudah tenang dan lebih pintar dengan kehadiran teknologi saat ini .

akan tetapi kita tidak dapat mengelak bahwa dibalik kecanggihan dan kemajuan teknologi hari ini menyimpan bahaya besar dan mendatangkan ancaman serius bagi anak sebagai generasi penerus masa depan .hal demikian sudah menghawatirkan . beberapa akibat buruk nya menurut penelitian diantara lain .

a. anak -anak memiliki memori jangka panjang yang buruk .

b.tidak memilki emosi yang stabil .

c.bahkan tidak mampu berpikir .

bila kita perhatikan fitur-fitur yang ditawarkan teknologi digital zaman sekarang tanpa kita sadari telah berdampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan mental anak -anak .

selayaknya sebagai orang tua memang kita tidak bisa menghalangi potensi manfaat yang ditawarkan kemajuan dan kecanggihan teknologi namun orang dapat membatasi pemakaiannya terhadap anak-anak .hal demikian agar anak-anak sebagai generasi digital saat ini dapat terlidngi dari ancaman akan akibat buruk yang akan berpengaruh kepada anak .

rasa nya menjadi orang tua yang cerdas di era zaman digital seperti sekarang ini bukan lagi suatu keharusan namun sudah harus ditingkatkan lagi menjadi sebuah kewajiban .wajib cerdas tanpa ada kesan paksaan dan tidak dijadikan sebagai beban .karena mau tidak mau orang tua wajib belajar sebelum anak kecanduan canggihnya teknologi .

dibawah ada beberapa tips yang disampaikan oleh ahli parenting negri ini yakni bunda Elly  Risman mengenai bagaimana cara mengasuh anak di era zaman namun saya coba hanya satu kiat atau satu tips terlebih dahulu  .insyaAllah dapat diaplikasikan dalam keseharian agar hubungan orang tua dan anak dapat terjaga .

1.mengajarkan agama

hal demikian sudah menjadi kewajiban bagi orang tua .anak-anak tidak hanya diajarkan bagaimana cara baca al-quran sekali lagi tidak hanya di  batasi itu saja ajarkan pula ibadah yang lain seperti berpuasa .dalam hal ini sebagai orang tua harus menanamkan ilmu agama sedini mungkin dan perlu pula menanamkan secara emosional agar anak menyukai aktivitas itu . tidak hanya bisa namun suka .karena saat anak sudah suka baik da orang tua atau tidak anak akan tetap baik .

“Jangan kosong dan lalu dimasukkan ke sekolah agama. Tidak ada dasarnya jika begitu. Bisa dan suka itu berbeda. Bisa hanya sekadar melakukan, tapi jika suka, ada atau tidak ada orangtua dia akan tetap baik,” tutur bunda elly risman .

 

 

Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .

Assalamualaikum ayah bunda

Banyak sekali ungkapan kasih sayang dilakukan berbagai macam cara orang tua terhadap anak-anak nya . beberapa diantaranya seperti disekolah kan di lembaga yang berkualitas ,memberikan hadiah     ,atau disetiap weekend mengajak nya jalan baik ke mall atau tempat tempat indah yang berhubungan dengan alam entah itu lautan,pegunungan  dan lain sebagainya .

Pada kesempatan ini yang akan dibahas ialah mengenai ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anak .hal ini begitu penting dan sering kali terlupakan oleh ayah dan bunda yaitu kontak fisik atau sentuhan .

Pada beberapa literatu buku yang saya baca dan juga telah terbukti bahwa ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anak yang disampaikan lewat sentuhan itu lebih efektif .

Sentuhan fisik berupa pelukan atau ciuman dapat memberi rasa nyaman ,tentram baik bagi orang tua ataupun bagi sang anak ..

Kebiasaan ini telah dicontohkan Oleh baginda Rasulullah SAW lalu di contohkan pula oleh Khalifah umar bin khatab lalu akhir akhir ini kita liat prilaku baik ini diikuti pula oleh presiden turki yaitu Erdogan  .

Contoh dari kejadian yang dialami presiden turki .itu pernah suatu hari panitia memanggil presiden untuk naik keatas panggung yang terdapat beberapa anak lalu sang presiden pun mencium tangan anak-anak tersebut dan juga mengusap kepala nya . .

contoh satu lagi datang dari khalifar umar bin khotob .ayah bunda ketegasan umar bin khatab sudah tak dapat di ragukan lagi . pernah pada suatu hari saat khalifah umar hendak mengangkat seorang laki-laki untuk di jadikan seorang pejabat .

sudah seperti biasa sebelum jabatan itu diemban sang khalifah pun mengundangnya untuk membicarakan beberapa hal yang penting dan serius mengenai pemerintahan ,ekonomi dan kekuasaan pada saat itu .

ditengah perbincangan kedua nya tiba-tiba muncul anak laki-laki berlari melewati khalifa umar bin khotob dan calaon pejabat tsb .apa yang terjadi ? sebuah kejadian yang mengagumkan yang terjadi bukan sang khalifa marah ,membentak atau melototinya tapi anak kecil itu didudukan dalam pangkuan sang khalifah dan mengusap-usap anak tersebut .

dari kejadian itu calon pejabatpun sontak kaget . kekhawatiranya tidak lah terjadi lalu ia pun menanyakan kepada khalifah umar bin khotob adakah riwayatkan yang menerangkan bahwa Rasululloh SAW mengungkapkan rasa sayang nya terhadap anak-anak dengan mengendong ,mencium dan memangkunya ? sang khalifa pun menjawab “ada “ bahkan khalifah umar menambahkan “bahkan saat Rasululloh SAW saat shalat sunat sembari menggendong cucunya “

Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .
Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .

ada yang perlu dicatat bahwa Rasululloh Mengajarkan kita selaku umat nya bagi sang ayah untuk rajin-rajin mengusap dan mencium anak pada 4 titik diantaranya :

1.ubun –ubun

  1. kening

3.kedua pipi

4.tangan

Sebelum menutup artikel ini saya pun mencantumkan beberapa alasan nya secara ilmiah mengenai efek dahsyat pelukan orang tua terhadap anak .diambil dari pemikiran seorang Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm .semoga Allah Ta’ala memberikannya keberkahan ilmu dan usia yang dimilikinya .

Menurut nya bahwa pembentukan pribadi pada anak melalui pelukan dapat menciptakan pribadi yang memiliki rasa empati yang tinggi bahwan tidak hanya itu ia dapat memudahkan dalam mencari solusi kala terjadi konflik pada keluarga .perlu diketahui pula bahwa efek dahsyat pelukan ini itu sudah terbukti secara ilmiah.

Beberapa point manfaat nya yaitu :
1. Kekuatan pelukan itu lebih efektif daripada kata-kata pujian terhadap anak .
“Anak berubah drastis jadi lebih tenang hanya dalam hitungan menit. Itu kekuatan pelukan,” tutur penulis buku ‘The Miracle Of Hug’ ini.

2. Mengatasi konflik pada anak yang sulit belajar .
3. Dengan pelukan yang diberikan orang tua kepada anak maka kedekatan hati lebih terjalin dengan baik karena ada kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak.

Hasil reseach oleh psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai.

4. Menurut psikolog Kathleen Keating Pelukan sederhana itu dapat :

  1. Menormalkan tekanan darah
  2. Meminimalisir stress
  3. Dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak .
  4. mempercepat perkembangan tubuh serta otak pada bayi .

Karena bayi itu Ketika dipeluk, dia akan merasa nyaman sehingga punya energi baru,” ucap Melly..

Ayah dan bunda semoga artikel ringan diatas dapat membantu dalam membentuk keshalehan putra –putri kita di rumah .

 

 

 

membangun generasi yang sholeh .

Membangun generasi yang sholeh .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-NYA kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengenai ayat yang dimaksud diatas  bahwa yang dimaksud “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” yaitu ajarilah diri kalian dan keluarga kalian al-khair (kebaikan). (Diriwayatkan Al-Hakim dalam Mustadraknya 4/494).
                   Lawan kata kehidupan adalah kematian .keduanya berjalan beriringan entah kapan giliran kita menunggu kematian itu datang sungguh tidak dapat di tentukan .datang nya kematian tidak bisa ditunda saat ia datang saat itu pula kehidupan anak adam berakhir .

              Ada hikmah mengenai Nabiyulloh Ya’kub ‘alaihissalam tatkala kematian hendak datang menjemput tanpa kenal kata tunda Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam tak luput perhatian terhadap kondisi anak-anaknya sepeninggal ia wafat .

              Adakah dalam pikirannya kelak akan jadi apa anaku ? tidak ada .adakah dalam pikirannya membicarakan mengenai harta ? tidak ada .adakah dalam pikirannya kendaraan apa yang akan diberikan kepada anaknya sepeninggal ia nanti ? tidak ada .adakah dalam pikirannya bagaimana keadaan tempat tinggal anaknya ? tidak ada .

              Komunikasi keduanya sama sekali tidak mmbicarakan mengenai urusan duniawi .nyataya yang terpikirkan dalam benak Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam yaialah kekahawatirannya mengenai keimanan anak –anaknya sepeninggalnya nanti .

Bukan harta bukan pula tahta yang akan disandang anak-anak nya nanti namun tertulis dalam bahasa yang begitu indah yakni ucapan Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam :ى  ماَتَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِArtinya  : “ apa yang kalian sembah sepeninggalku ?

Dialog selengkapnya dapat kita temukan pada surat al-baqoroh : 133

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami menyembah ilah-mu dan ilah leluhurmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-NYA.”

kekuatan iman yang menjadi tolak ukur para sholihin terdahulu untuk membina dan membangun generasi sholeh .bila kita renungkan melihat dari sudut pandang Nabiyulloh Ya’kub teramat begitu tajam dan khawatirnya tentang akidah atau iman anak-anak nya .

iman adalah fitrah bagi setiap hamba .iman adalah fitrah bagi anak yang melekat dalam dirinya .iman ini yang harus dijaga dalam pendidikan anak .sama –sama menjaga akidah ahli sunah wal jama’ah ,dan tentunya orang tua terlebih dahulu yang sudah menanamkan kuat nya iman dalam diri .

isyarat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya mengenai fitrah keimanan pada diri anak :
“Setiap anak yang lahir dalam keadaan membawa fitrah (tauhid). Maka, kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api).” (HR. Al-Bukhari-Muslim hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

membangun generasi yang sholeh
membangun generasi yang sholeh .

anak adalah investasi akhirat bagi ayah dan bunda . indah rasanya bila dalam hidup berumah tangga dikarunia putra-putri yang sholeh dan sholehah .ketika orang tua telah tiada pun karakter anak sholeh senantiasa mendoakan kedua orang tuanya .

Rasa rasanya menjadi sebuah penyesalan saat membesarkan anak tanpa memupuk keimanan dalam dalam sanubarinya karena sudah menjadi syarat utama bahwa hadir nya generasi yang sholeh sebab baik nya akidah orang tuanya .

Jangan disangka membiarkan anak tumbuh besar tanpa ilmu dan iman merupakan tindakan kriminal .

 

pentingnya mengajarkan al-quran sejak dini

Pentingnya mengajarkan al-quran sejak dini .

Ayah dan bunda apa yang dapat diajarkan kepada buah hati di rumah sebelum mempelajari ilmu yang lain ?

Tidak salah anak jago bahasa inggris ,cap,cis,cus atau apapun kelebihannya .namun ilmu al-quran adalah hal yang utama .

Apa manfaat nya membaca al-quran . sedikit menambahkan saja sebelum membahas ke paraghraf berikut nya:

1.menentramkan hati dan mendatang pahala juga .

2.al-quran merupakan petunjuk bagi umat manusia dan bentuk kasih sayang agar aman ,sukses ,dan bahagia dunia akhirat .

3.insyaallah dengan dawam baca al-quran dapat menyembuhkan penyakit .

Ayah dan bunda pastinya kita sudah mengetahaui bahwa Pengetahuan yang pertama kali harus didapat dalam rumah dalam mendidik buah hati adalah tentang bagaimana mereka dapat membaca al-quran .

sebagaimana sudah diketahui tidak hanya menenangkan hati dan pikiran saat al-quran itu dibaca namun kaitan nya terhadap dunia anak-anak bahwa al-quran dapat menumbuhkan kecerdasan otak bagi buah hati ,bahkan tidak hanya itu selain mencerdaskan al-quran pun menyehatkan bagi siapa yang mau membaca nya .

Kemudian apa saja tahapan nya untuk buah hati agar dapat membaca al-quran . rasanya tidak salah bila terlebih dahulu mengajarkan hal-hal dasar .seperti point-point berikut dibawah ini :

1.sebagai orang tua harus istiqomah membaca al-quran .

Ini menjadi suatu hal yang wajib .bukan tanpa alasan semata mata agar orang tua menjadi contoh pertama bagi anak dalam membangun semangat nya untuk mebaca al-quran .

2.sering mendengarkan lantunan pembacaan Al-quran .

Berbeda sedikit dengan point yang pertama selain anak mendengarkan bacaan al-quran orang tua maka dapat dibantu dengan mendengarkan kaset atau cd murottal .

3.mencarikan guru al-quran .

Kenapa harus cari guru di luar rumah ? mungkin point ketiga ini alternative saja bagi orang tua yang keseharian nya bekerja dan waktu nya sedikit untuk mengajarkan sang buah membaca al-quran seperti contoh selepas sholat magrib sampai isya .

Namun bagaimana bila sampai magrib pun masih dalam perjalanan dari tempat kerja menuju rumah . saya jangan khawatir . niat baik pasti ketemu beribu jalan nya . anak-anak kita bisa di titipkan kepada guru-guru ngaji terdekat . baik yang mengajinya di mushola ,masjid atau TPQ .

Dengan guru al-quran anak –anak dapat mengenal metode baca alquran yang sesuai  dengan usianya .karena biasa guru-guru ngaji yang menggunakan metode baca quran terlebih dahulu mengikuti pelatihan nya apabila layak maka di tugaskan untuk mengajarkan metode yang telah pelajari nya .

Perlu di ketahui pula apapun metode nya yang terpenting dapat menumbuhkan semangat dan kemauan murid untuk cinta terhadap al-quran . beberapa metodhe baca al-quran seperti : metode Baghdadi ,metode tilawati dsb.

Ayah dan bunda bisa menambahkan point apa saja yang harus dilakukan .yang terpenting menanamkan cinta kepada al-quran adalah tugas kita semua . karena kita yakin harapan orang tua terhadap anak ialah mampu baca al-quran sesuai dengan tahsin dan tajwid nya.

Satu hal sebelum menutup tulisan ini yaitu mengenai penting nya membangun motivasi orang tua saat menanamkan kepada anak untuk cinta al-quran .semoga jawaban ini dapat membantu .

Ayah dan bunda tidak ada salah nya melihat atau banyak mencari informasi mengenai anak-anak kecil yang sudah menjadi hafiz al quran . bagaimana mereka sebagia orang mengatur waktu nya ,method mengajar nya, cara memilihkan mushaf hingga bagaimana caranya tidak menghilangkan keceriaan masa kanak-kanaknya demi menghafal al-quran .

Ayah bunda bisa membaca mengenai kisah orang tua dari tabarok ,yazid dan zeena ketiga anak itu dapat menghafal al-quran dibawah usia 5 tahun . kisah nya tertulis rapi dalam buku “balita yang hafal al-quran “.

selamat membaca.

pentingnya mengajarkan quran sejak dini
pentingnya menjarkan al-quran sejak dini .

Memberikan Tauladan Kepada Sang Buah Hati

Baik sebelum jauh membahas ini dan itu saya coba ajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada pembaca . dahulu sewaktu kita kecil lebih manfaat mana mendengarkan nasehat ayah saja atau ayah menasehati seperti buang sampah janganlah sembarangan lalu ayah pun mencontohkan setiap ia membuang sampah ya di buang ketempat nya .pastinya kita lebih suka memilih pilihan yang kedua .tidak hanya perintah nya namun contohnya pun kita teladani .kini itulah cara yang efektif bagi kita selaku orang tua dalam mendidik anak sebegai generasi pengganti kita kelak disuatu hari nanti . kita persenjatai mereka dengan ilmu dan adab . ingat orang tua adalah role model utamanya sebelum mereka mencontoh orang lain .bagi saya ini yang disebut dengan sebuah keteladan .

sebagai pengingat rasanya cocok kata-kata ini ditulis bila perlu setelah menulis disecercak kertas dirobek dengan rapi lalu tempelkan ke dinding :

# ketika engkau membantu seorang fakir dihadapan anakmu .itu jauh lebih baik ketimbang ribuan pelajaran tentang sedekah .

#  ketika engkau membuang sampah pada tempatnya ,jauh itu lebih berarti ketimbang ratusan khutbah tentang kebersihan .

# ketika engkau melaksanakan sholat tepat diawal waktu ,itu lebih mendidik ketimbang ratusan ceramah tentang kedisplinan .

# ketika engkau meletakan beberapa botol air mineral didepan masjid ,itu jauh lebih berharga ketimbang ribuan seminar tentang kemanusiaan .

didiklah anak-anak mu dengan qudwah (keteladanan) bukan dengan sekedar teori . (kang Aan Chandra)

oleh karena itu sebelum anak-anak kita setiap pagi berangkat kesekolah menuntut ilmu dengan berbagai macam disiplin ilmu juga meniru keteladan para sang pendidik atau majelis guru ,mereka terlebih dahulu menuntut ilmu dan meniru tingkah laku atau akhlak orang tua nya baik secara langsung maupun tidak .hal demikian menjadikan orang sebagai pembelajar yang tidak pernah kenal ruang dan waktu .belajar ,belajar dan terus belajar tidak kenal henti sampai mati .

kewajiban menuntut ilmu tidak hanya di bangku sekolah saja dalam kehidupan pun menuntut lebih dari itu .kita pun sepakat karir boleh gagal,prestasi boleh tak tergapai dan bisnis pun tak apa walau rugi namun jangan sampai gagal dalam mengurus anak .

tak kenal henti mempelajari kisah sukses para orang tua yang berhasil mendidik anak-anak nya baik dalam membangun prestasi akademik dan membina mental spritual nya agar memiliki budi pekerti yang baik .sebut saja salah satu ulama besar asal banten cara mendidik anak -anak nya sangat bisa di jadikan contoh ulama tersebut ialah mendiang Abuya Dimyati atau yang seringkali dikenal dengan abuya dim . walau kini beliau telah tiada namun contohnya dalam mendidik anak-anak tak pernah usang ditinggal masa . hal yang dapat ditiru ialah dalam disiplin shalat berjamaah .

abuya dimyati adalah ulama besar yang memiliki banyak santri . sedikit hal yang begitu menjadi perhatian saya adalah ketegasannya  dalam mendirikan  shalat berjamaah dimana shalat berjamaah tidak akan dilaksanakan apabila anak-anak nya belum berkumpul untuk shalat berjamaah .habit atau kebiasaan positive inilah yang dapat kita terapkan di rumah agar sebagai orang tua dan anak mendapatkan keberkahan dalam shalat berjamaah khusus nya .

sengaja kisah itu sedikit diceritakan agar menjadi hikmah .bukan tanpa alasan zaman sekarang tidak sedikit anak-anak yang rajin sholat saat mengajak orang tua nya shalat berjamaah dimasjid alih alih mengikuti ajakan nya malah mengelak dengan berbagai alasan bahkan tidak sedikit sang anak dimarahi olehnya .naudzubillah semoga hal itu tidak terjadi kepada keluarga siapapun .

 

 

 

visi generasi Al-Quran

Sengaja tulisan ini saya sajikan untuk pembaca yang di ambil dari grup telegram yang setiap hari saya baca .ya sengaja saya baca agar menambah ilmu pengetahuan dan mengasah kemampuan menulis .semoga saja dapat memberi sedikit pencerahan bagi ibu dan bapak yang sedang mendidik buah hatinya di rumah . dari segi bahasa pemaparan nya tidak ada yang berubah agar energy tulisan sang penyampai materi yaitu Ustadzah Yanti Tanjung semoga beliau diberi kesehatan dan umur yang panjang dalam rangka ketaatan kepada sang Khalik juga dikaruniakan ilmu yang bermanfaat .materi yang disampaikannya dapat langsung menyentuh isi hati pembaca semua .karena menurut saya ini sangat penting untuk diketahui dan kita tetap meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dapat mengamal kan nya dirumah dalam kehidupan sehari-hari .

VISI GENERASI DALAM ALQURAN

Ibu punya harapan apa terhadap anak ? Ayah punya cita-cita apa terhadap anak. Hampir semua ayah dan bunda yang ditanya memiliki nada yang sama, ingin memiliki anak yang saleh dan salehah, di sebagain kesempatan ada juga ibu yang PD menjawab ingin memiliki anak hafidz hafidzah, menjadi pemuda kesatria penakluk Roma, masya Allah.

Sisi lain ada juga ayah bunda yang masih ragu dengan visinya, terkadang hanya ibu yang berambisi menjadikan anaknya menjadi shaleh shalehah sedangkan ayah tidak, ingin menerima hasil saja atau sebaliknya. Terkadang juga terjadi berbeda cita-cita ayah ingin anaknya menjadi insinyur sementara ibu ingin anaknya menjadi ulama, akhirnya visi yang tidak sama menghadirkan banyak kekisruhan dalam menyiapkan anak.

Ada pula ayah bunda hanya punya harapan ala kadarnya, minimalis tidak begitu bersemangat dalam meraih harapan demi harapan bahkan untuk sekedar punya cita-cita saja masih bingung, ingin mengarahkan anaknya ke arah mana.

Alquran adalah mu’jizat, petunjuk hidupnya tidak lekang oleh zaman, tidak luntur oleh usia zaman apalagi usia kita, telah menempa kita bagaimana menjadi orang tua yang visioner. Bahkan Alquran mengajarkan kita merancang sebuah visi generasi memimpin di dunia ini menjadi wildanun mukhalldun (generasi surga) di akhirat nanti.

Setidaknya tiga visi ini menjadi visi kita dalam mendidik anak :

1.Generasi Tangguh

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُواعَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.”
(An-Nisa’: 9)

2. Generasi pemimpin

. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(QS. Al Furqon: 74)

4.Generasi Khairu Ummah

. كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Ali Imran : 110)

Alquran yang menjelaskan segala sesuatu telah membimbing kita untuk memiliki sebuah visi terhadap generasi. Maka tugas kita adalah bagaimana berupaya mewujudkan apayang menjadi harapan Alquran untuk anak-anak kita. Bahkan doa tertentupun sudah diajarkan kepada kita untuk kita pinta kepada Allah swt. Tidak ada pejelasan yang serinci-rincinya dalam mendidik anak selain islam.

Wallahu ‘Alam bis showab

menyeimbangkan antara harapan dan karunia dari Allah dalam memiliki Anak Lelaki atau perempuan .

Menulis tentang tema ini berangkat dari pengalaman yang saya dapatkan, salah satu kejutan manis yang menanti Bunda saat kehamilan adalah kabar mengenai jenis kelamin bayi yang Bunda kandung.

Ada beberapa orang tua yang memilih untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi hingga saat dia dilahirkan.

Ayah dan Bunda hanya menerka-nerka adapula yang ambisi untuk memiliki anak perempuan atau sebaliknya .

Ini cerita yang saya dapatkan, jadi ada 2 rumah tangga yang memiliki 2 harapan berbeda mengenai keinginannya dalam memiliki keturunan.

Saya awali dari keluarga A terlebih dahulu, keluarga  yang satu ini nflik nya mkoengenai anak cukup lah serius.

Keluarga ini sudah berumah tangga sekitar 10 tahun dan memilki dua putri yang masih duduk di bangku kelas 5 madarasah ibtidaiyah dan adik nya baru saja kelas satu.

Anak ketiga belum lah lahir sedang dalam kandungan yang sudah menginjak sekitar 9 bulan.

Saya dengar kabar bahwa sang suami akan mempoligami istri apabila bila anak yang ketiga ini adalah perempuan.

Bagi saya hal ini serius karena menyangkut keutuhan rumah tangga padahal haruslah di mengerti bahwa apapun jenis kelamin nya nanti yang kan terlahir dari Rahim  istrinya adalah mutlak kuasa sang maha pemberi Allah Ta’ala Robbul jalil.

Jadi manusia tidak bisa memvonis mau nya apa nanti tanpa ridho dengan ketentuan NYA hal demikian lah yang sering mengundang banyak malapetaka dalam rumah tangga akhir-akhir ini.

Pasrah kan kepada sang maha adidaya insyaallah akan datang kebahagian sebagaimana pepatah arab mengatakan

الرضاء بلقضاء جنة الدنيا

artinya : hati yang ikhlas atau ridho terhadap takdir merupakan surge dunia.

Berbeda lagi dengan satu keluarga ini, bila yang pertama saya sebut keluarga A jadi kisah berikut nya akan menceritakan tentang keluarga B.

Keluarga B memiliki dua orang putra, putra pertama sudah kelas 2 Aliyah dan Mondok di pesantren lalu putra kedua nya barulah kelas 2  Madrasah Ibtidaiyah sama seperti kisah sebelum nya keluarga B pun sang istri sedang hamil 9 bulan, hingga saya menulis tulisan ini kabarnya sang istri sudah memasuki bulan nya untuk mempersiapkan persalinan kebetulan keluarga B ini adalah tetangga saya persis Karena rumahnya sebelah kiri rumah.

Saya dapat melihat apa yang menjadi harapan atau menaruh harapan apa pada sang janin entah itu laki-laki atau perempuan nyatanya anak perempuan menjadi harapan lahir nya keturuannannya kelak.

Namun tidak seambisi seperti keluarga A tadi keluarga B ini saya perhatikan tak pernah lepas untuk bermunajat memohon kepada AL-WAHAB Allah yang maha pemberi agar di karunia putri cantik nan sholehah.

ya semoga saja doa nya di ijabah karena sebagai manusia hanya memiliki doa dan ikhtiar hasil nya Allah Ta’ala lah yang menentukan baik laki-laki atau perempuan kita yakin itu lah yang terbaik .

Bagi keluarga yang belum memilki keturunan apapun yang di berikah itulah yang terbaik.

Amanah yang harus di jaga, saat harapan itu belumlah kunjung tiba seperti sudah memiliki anak perempuan berharap hadir nya keturunan laki-laki atau sebalik nya tak ada salah terus meminta yang salah itu menghentikan berdoa dan ikhtiar nya sepanjang hari.

Petuah yang saya dapat dari alim ulama bila kita ingin hajat terkabulkan jangan lupa banyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah.

Pada akhir nya mari kita saling mendoakan saudara –saudara kita  agar memilki keturunan yang sholeh dan sholehah apapu perjuangan dan pengorbanan nya untuk mewujudkan DREAM itu terjadi semoga Allah Ta’ala mudahkan ,Amin.

pendidikan anak
anak lelaki anak perempuan