3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

 

بسم الله الر حمن الرحيم

صلى الله على محمد وعلى آله

3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .
3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

Menurut keterangan ulama bahwa anak itu terlahir dalam keadaan suci .bagaimana kehendak orang tuanyalah apa yang diinginkan terhadap anak nya . baik dan buruk nya ada pada keputusan orang tua oleh karena itu pendidikan islam terhadap anak begitu penting .

Ada 3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak diantaranya :

  1. Jangan menunggu bahagia baru mengajarkan kebaikan kepada anak .

baik suka dan duka yang sedang dijalani oleh orang tua harus tetap mengajarkan hal-hal yang baik terhadap  buah hati .

bukan jawaban yang tepat dengan menggunakan kata sibuk dengan dalih pekerjaan untuk perbaiki ekonomi keluarga, hingga lupa mengajarkan al-quran dan tata cara sholat terhadap anak .

Bahagia yang tidak mengenal kondisi itu  :

-saat kaya tidak sombong .

kita tanamkan pada diri anak agar tidak sombong ,memiki sifat rendah hati dan tetap sederhana

-saat ekonomi sulit .

tidak membuat sang buah hati minder dengan keadaan yang sedang dialami .tetap mendidik nya agar selalu optimis ,selalu percaya diri ,selalu semangat dan pandai bersyukur .

 

  1. Jangan menunggu kaya baru baru mengajarkan sang buah hati bersedekah .

bersedekahlah sepanjang hari walau 500/lima ratus rupiah .minimal seminggu satu kali pada hari jumat yang kerapkali disebut dengan sayyidul ayyam .

hal kecil inilah yang insyaallah akan membangun mental kayanya kelak disuatu hari nanti .

 

  1. Jangan menunggu perubahan baik pada anak baru merubah diri namun sebaliknya .

rubahlah sikap negative pada diri kita sebagai orang tua sebelum menanamkan hal positive pada anak . hal demikian akan menumbuhkan sikap inisiatif pada anak .

 

kuncinya ada dalam kebersamaan untuk membangun kedisplinan pada rumah tangga .

contoh kecilnya mengenai buang sampah .

selain memberitahukan dan memerintahkan terhadap anak agar tidak buah sampah sembarangan ,terlebih dahulu orang tua mencontohkan tidak buang sampah sembarangan

 

pada akhir nya insyaallah bila kebiasaan baik ini terjaga anakpun tanpa diperintahkanpun anak akan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya .

semoga saja dengan apa yang telah diuraikan di atas mengandung hal positive dan mengundang banyak kebaikan bagi orang tua yang tengah mendidik putra-putrinya .

dengan kebaikan yang orang tua ajarkan kemudian sama-sama mengamalkan maka doa yang dipanjatkan sepanjang hari agar dapat memiliki keturunan yang sholeh bukan jadi keniscayaan lagi .insyaAllah pasti bisa .

luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar .berdoa saja tanpa amal itu yang dinamakan berkhayal tapi ikhtiar saja tanpa doa hal demikian di sebut sombong  karena tidak melibatkan Allah Ta’ala .ikhtiar saja tanpa doa bagaimana pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala akan datang .

 

 

Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Bismillah

اللهمّ صلى على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Tidak semua anak dapat meceritakan banyak hal kepada orang tuanya .orang tua hanya sekedar tau dan terkadang tanpa berakhir dengan solusi . ujung-ujungya anak lebih memilih bercerita kepada teman atau kepada guru nya .

Hal demikian pasti tidak nyaman bagi orang tua .karena seharusnnya orang tua terlebih dahulu yang mengetahuinya apabila ada yang terjadi mengenai anak nya .oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakoni untuk ayah dan bunda adalah menjadi mendengar yang baik .

Semisal nya tadi pagi ada dua murid saya yang duduk di bangku kelas 3 bertengkar hingga menyebabkan keduanya menangis .masalahnya teman satu lagi meminta makanan namun tak dikasih. awal nya hanya satu murid yang nangis ,karena satu lagi merasa takut dan bersalah maka ia meluapkan emosinya lewat tangisan air mata .

10 sampai 30 menit keduanya masih tidak saling Tanya lama kelamaan seperti semula lagi sama sama bercanda dengan teman teman yang lain nya . pastinya saya beri tahukan jangan ada yang bertengkar .yaitulah dunia mereka .

Contoh kecil kejadian diatas hanyalah sekelumit dari cerita masalah anak di sekolah yang bisa dijadikan diskusi antara kedua orang dan anak . tanpa ditanya oleh orang tua anak sudah nyaman bercerita kepada ayah dan bunda nya .

Ya ….tidak hanya cerita di atas bisa saja seperti nilai nya ,tentang pelajaran yang disukainya ,mengenai pelajaran yang sulit di pahami nya bahkan hingga masalah tatkala anak sudah mulai rasa suka terhadap lawan jenis .

Bagi orang tua bagaimana caranya menjadi pendengar yang baik ? secara singkat menjadi pendengar yang baik itu ciri nya ialah saat sang anak bercerita sebagai orang tua merespon penuh melalui anggota tubuhnya dengan aktif .

-memperhatikan penuh apa yang di sampaikan oleh anak

-bila sudah ada jeda untuk berbicara atau sang anak usai mengutarakan uneg-uneg di hatinya biasa nya bila orang tua berhasil memosisikan dirinya sebagai pendengar yang baik maka saat itu pula berikan lah nasehat-nasehat positive untuk anak . insyaallah anak akan mudah menerima nya .

-saat masukan yang dari orang tua dapat diterima anak maka perlahan nasehat itu yang akan menjadi pegangannya saat menghadapi masalah yang sama . saat anak terdidik oleh orang dengan arahan yang bijaksana perlahan pun sang anak akan menjadi bijak .

Dari point demikian lah keharmonisan keluarga akan senantiasa terjaga ,efek positif nya saat ada perselisihan antara anak dan orang tua pun .bismillah dan insyaallah akan teratasi dengan baik dan tidak waktu yang lama alias teratasi dengan cepat dalam waktu yang singkat karena sudah terbangun komunikasi yang manfaat .

Tip tambahan untuk orang yang ingin mencoba menjadi pendengar yang baik .

1.awali dengan bismilah dan niatkan semata semata untuk ibadah mengelola amanah berupa anak agara menjadi putra yang sholeh atau putri yang sholehah .

2.perbanyak baca sholawat .

3.saat anak bercerita tatapalah kedua mata anak anda dengan penuh rasa kasih sayang ,penuh senyuman dan ramah tanpa kenal kata marah .

4.ciptakan suasana komunikatif

5.jangan pernah memotong pembicaraan nya . karena hal ini sering terjadi saat orang tua tidak setuju

dengan apa yang di ceritakan oleh sang anak .

sudah menjadi sikap anak terkadang membangkang dan menampakan ketidaksukaan nya terhadap kehandak orang tua. Oleh karena itu sisihkan kan waktu untuk mendengarkan kan permasalahn yang sedang anak hadapi . jangan pernah katakan “ ayah / ibu ,tidak ada waktu nak . lagi sibuk ,. Insyallah pasti ada waktu bila ada niat untuk menyempatkan nya .

menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita
menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita

Cara Mendidik Anak yang Baik agar Mereka Dapat Mengendalikan Diri

Bagaimana mendidik anak agar mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik?

Cara Mendidik anak yang baik dengan mengajarinya cara mengendalikan diri

Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa perilaku seseorang saat dewasa  dipengaruhi oleh bagaimana pendidikan yang ditanamkan padanya saat masih kecil.

Pernahkah Bunda melihat seseorang yang sudah dewasa yang dalam pengendalian dirinya  cukup buruk. Emosinya sering meledak ledak, sering marah yang berlebihan dan bukan pada tempatnya. Dan ada juga yang tidak punya kontrol diri yang baik saat dihadapkan pada suatu pilihan.

Nyatanya orang dewasa yang sulit mengendalikan diri, saat sudah melakukan sesuatu karena ketergesaan, mereka pun biasanya akan menyesali perbuatannya.

Bicara tentang pengendalian diri seseorang yang sudah tumbuh dewasa,  tentu tidak akan dapat dipisahkan dari pendidikan yang didapat di masa kecil orang tersebut.

Nah kaitanya dengan pendidikan bentuk pengendalian diri ini bisa kita tanamkan sejak kecil pada anak kita.

Dalam penelitian uji Marshmallow, Walter Mischel dari Stanford University mengungkapkan bahwa anak yang mampu mengendalikan diri akan lebih sukses dalam hidupnya saat ia tumbuh dewasa.

Dalam penelitian ini Michael melakukan percobaan dengan memberikan sebuah marsmellow kepada anak-anak dan  lalu dia berjanji akan memberikan tambahan marsmellow dengan syarat anak itu mau menunda makan marshmallow.

Nah dari penelitian yang dilakukan tersebut Michael mengamati bahwa anak yang mau dan mampu menunda makanan favoritnya dalam hal ini marsmellow saat sudah dewasa mereka lebih berhasil.

Sebaliknya justru anak yang tidak mampu menunda makanan favoritnya mereka punya nilai yang lebih rendah di sekolah dan juga bermasalah di lingkungan masyarakatnya.

Nah pertanyaannya adalah, bagaimana ini kita bisa aplikasikan pendidikan yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri sejak dini.

Idealnya hal ini dapat silakukan saat Anak kita sudah mulai bisa berdialog dengan kita sebagai orang tuanya.

Namun sebetulnya sudah banyak Ahli yang membuktikan bahwa anak sudah dapat diajak ngobrol dan memahami bahasa bahkan sejak dalam kandungan.

Sehingga dengan membiasakan kita berkomunikasi dengan anak-anak, kita makan saat mereka dalam kandungan hal tersebut akan membuat mereka memahami kata-kata kita sehingga semakin mudah bagi orangtua memasukkan pesan-pesan yang ingin dipahami anaknya.

Kita bisa mengajak mereka untuk berdiskusi lalu  kemudian memberikan beberapa pilihan misalnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengendalikan dirinya sendiri.

Lalu bagaimana cara orang tua menanamkan dan mengajari anak untuk mengendalikan diri?

nah dalam hal ini Michael pun melanjutkan penelitian yang dilakukannya  dan dalam kelanjutannya ia membuktikan bahwa

memberikan keteladanan adalah hal yang terbaik dan cara yang paling ampuh untuk mengajak  dan mendidik anak dalam mengendalikan diri.

Dalam kelanjutan penelitiannya anak-anak yang mulanya tidak bisa menahan diri makan marshmallow diuji ulang kali ini anak tersebut ditemani orang dewasa yang bisa menahan diri tidak makan marshmallow hasilnya kemampuan mengendalikan diri sang anak meningkat.

Dengan demikian menjadi orangtua yang bisa mengendalikan diri adalah menjadi kunci agar anak belajar hal serupa dari orang tuanya dalam hal ini Ayah dan Bunda.

Ada beberapa tips menarik yang bisa dlakukan untuk pengendalian anak, Hal ini diungkapkan oleh psikologi Perwitasari PS

Berikut adalah tips untuk mendidik anak yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri :

 

  1. Biasakanlah kita sebagai orang tua menerima dan menamai perasaan anak.

 

Misalnya ‘Wah Adik senang banget dong’ atau ‘Oh jadi kakak kesel banget sama Bunda’  dengan kemampuan kita menerima perasaannya akan membuat anak merasa dirinya penting dan diterima orang tuanya.

Dengan menamai perasaan anak akan merasa terbantu ya akan mulai paham cara mengekspresikan emosinya dengan tepat.

Selain itu rasa diterima juga menghilangkan penghalang komunikasi sehingga ketika kita menunda atau menolak memenuhi keinginannya anak kita mengerti bahwa kita tidak menolak dirinya secara keseluruhan Selain itu merasa diterima membuat anak lebih memahami bahwa kita ingin dia mampu mengendalikan dirinya.

2. Membiasakan diri menggunakan kalimat tanya kepada anak.

Ini adalah tips yang baik pula untuk pengembangan diri nya dalam hal ini pengendalian diri karena saat orang tua bertanya kepada anak walaupun dia belum bisa menjawab secara verbal, bagian otak yang mengatur pengendalian diri atau sering disebut dengan frontal cortex dapat berkembang.

3. Melatih anak dengan Mandiri

Biasakan agar mereka mampu memenuhi ‘kebutuhan’nya sehari-hari

misalnya latih mereka untuk membuat susunya sendiri hal ini akan membantu mereka memahami bahwa untuk membuat segelas susu, mereka perlu menunggu karena memang dibutuhkan proses dan waktu.

anak-anak lebih mudah memahami sesuatu yang konkrit.  Konsep abstrak seperti proses dan waktu perlu dipahami kan dengan melakukan langsung suatu hal.

4. Buat sepakati aturan dan konsekuensi bersama anak

Saat anak benar-benar masih kecil dalam hal ini belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, maka diperlukan aturan yang kita buat Lebih detail agar mereka bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk

Tentu nanti Seiring berjalannya waktu semakin besar usia anak kita aturan menjadi lebih umum dan anak diberi kesempatan untuk memilih perilaku dan konsekuensi yang disepakati.

Dan semua harus diiringi dengan dialog dan diskusi agar nilai dan makna kontrol diri yang sedang kita latih kan dapat dipahami anak

Dan melibatkan anak dalam pembuatan aturan di rumah anak juga akan belajar untuk berpikir sekaligus mengontrol diri sendiri.

 

  1. Ajarkan pada mereka bahwa apa yang diinginkan tidak selalu didapatkan saat itu juga.

Berikan mereka ‘jeda’ untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, ini bukan berarti kita mengabaikan keinginannya apalagi jika mereka sampai menangis.

Ajak mereka ngobrol dan menamai perasaannya sambil membaca bahasa tubuhnya.

Kita bisa temukan Apa penyebab utama sehingga anak kita menginginkan sesuatu.  misalnya bisa jadi anak kita menangis minta digendong bukan karena lapar atau haus tapi sedang lelah dan mengantuk.

7. Anak adalah makhluk disiplin,

Buatlah rutinitas untuk membantu mereka mampu mengendalikan diri sehingga mereka bisa memahami konsep keteraturan dan juga dapat mengelola waktu dengan mudah.

8.  Ajak si kecil melakukan permainan, olahraga  dan ibadah.

Hal tersebut akan mampu membuat mereka melatih pengendalian diri, lebih detailnya misalnya kita ajak si kecil bermain petak umpet, berolahraga yoga, Shalat dan puasa bagi muslim.  Anak dapat belajar mandiri mulai dari mengalikan fisik hingga akhirnya ia dapat mengalihkan perasaan dan Keinginan merek.

9. Mulailah mengajarkan mereka cara mengolah emosi negatif yang dirasakannya

 

yaitu dengan mengenali tanda nya teladan kan dan ajarkan bagaimana untuk tenang belajar Ungkapan perasaan dengan kata-kata dan lalu alihkan dengan melakukan hal yang positif

 

Memang butuh pengorbanan kesabaran dan waktu untuk mendidik anak kita mengendalikan diri namun percayalah begitu kita melihat mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik maka kita akan bangga dengan hasilnya.

 

Sumber:  Yayasan kita dan buah hati

Parenting : Kata-Kata yang Tidak Boleh dikatakan Pada Anak

Pada fase usia anak, hal apapun yang kita ucapkan atau kata-kata yang terlontar dari mulut kita akan selalu masuk dalam ingatan alam bawah sadar mereka. Dan pada usia tersebut anak-anak akan meniru. Untuk itu mulai hari ini, ubahlah setiap ucapan atau pembicaraan yang bersifat kurang baik bahkan tidak baik menjadi lebih baik. Agar anak-anak bisa menjadi peniru yang baik dan menjadi pribadi yang positif.

Dalam hal mendidik anak, peran orang tua adalah yang nomor 1. Ingat dengan kata pepatah “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya”. Artinya apa? Artinya adalah ‘ANAK’ adalah cerminan dari ‘ORANG TUA’ nya. Bagimaimana orang tua itu ‘menyemai’ anak nya agar tumbuh menjadi pribadi baik maka hasil ‘panen’ nya pun akan bagus.

Mari sama-sama kita perbaiki apa yang salah dan tetap konsistem mempertahankan apa yang sudah benar.

Lalu, apa saja sih kesalahan yang harus kita rubah yang sering kita ucapkan kepada anak? Berikut beberapa point penting yang harus bunda perhatikan :

  1. Jangan Ucapkan Kata “JANGAN” Ketika Menegur
    Memang sulit untuk tidak mengatakan ini kepada anak pada saat kita sedang emosi, karena sudah terbiasa dan juga kita sering mendengar nya dari orang lain. Jadi memang bukan hanya kita saja yang melakukan kesalahan itu, maka dari itu, mari sama-sama perbaiki kesalahan kita.
    Gantilah kata “Jangan” dengan bahasa yang lebih baik. Sesuaikan dengan kondisi apa yang sedang terjadi.
    Misal ; Ketika anak-anak ingin bermain di luar dan bermain kotor-kotoran jangan dilarang, jangan bilang “Jangan Main Kotor-kotoran” tapi katakanlah “Boleh main kotor-kotoran, asalkan tidak di lap-lap ke badan & muka ya, lalu setelah itu bilang ibu untuk cuci tangan, kaki dan badan yang kotor”.
    Atau ketika anak menangis karena salah, jangan katakan padanya “Jangan Nangis, itu Salah Kamu” tapi katakanlah “Gapapa, Ayo Minta Maaf dan tidak boleh diulangi lagi yaa”.
    atau kata “Jangan Nakal, Jangan Bandel” ganti dengan “Tidak boleh seperti itu ya, nanti kamu tidak ada teman main”.
    atau Juga “Jangan Lari” tapi katakanlah “Jalan lebih baik”

    Jadi, gantilah kata “JANGAN” dengan kalimat yang lebih baik. Ingat ! Karena anak akan mengingat kalimat dibelakang kata ‘Jangan’ itu.

  2. Jangan Ucapkan Kata “BODOH”
    Kepintaran seseorang tidak melulu diukur dari IQ nya, tolak ukur nya bukan hanya dari IQ saja. Karena setiap manusia pada dasarnya pintar dan cerdas. Namun, kecerdasan yang paling menonjol dari setiap orang berbeda-beda. Boleh jadi dia tidak pintar dari IQ nya tapi dia pintar dari kreatifitas.
  3. Jangan ucapkan kata “DIAM”
    Biarkan lah anak berbicara dalam porsinya, sekira nya salah maka ingatkanlah dengan bahasa yang halus. Atau ketika dia menganggu konsentrasi ketika kita sedang berfikir dan melalukan sesuatu alihkan perhatian dia pada hal yang menarik dan ia sukai.
    Apapun kondisi yang sedang terjadi, jangan ucakan kata “DIAM” ini, karena anak akan sedih jika dia merasa tidak diperhatikan.
  4. Jangan banding kan anak dengan kata “DIA LEBIH…”
    Setiap anak tumbuh unik dengan karakternya masing-masing. Pribadi seseorang tidak akan sama dengan yang lain, maka jangan lah sekali-kali membandingkan anak kita dengan yang lain. Membandingkan tidak akan menjadi anak kita lebh baik dari yang kita bandingkan, kecuali kalau kita memabndingkan dngan bahasa yang halus yang memotivasi.
    Misal kata “Dia lebih pintar dari kamu” “Dia lebih sholeh/sholehah dari kamu” dan kata perbandingan yang lain.
    Jaga perasaan anak, dan bimbing dia agar bisa tumbuh menjadi pribadi lebih baik dengan cara yang baik juga.
  5. Jangan katakakan kata “KAMU ITU…”
    Melabeli anak dengan lable yang tidak baik. Karena itu akan masuk ke alama bawah sadar meraka.
    Misal sering kita dengar kalimat “Andi si Pemalu” “Nathan si Nakal” dan lable lain yang sudah tidak asing lagi kita dengar.

Mungkin hanya itu yang bisa kami bagikan tips yang perlu bunda coba, masih banyak kata-kata lain yang harus bunda ubah ketika menegur atau berbicara kepada anak, sesuaikan lah dengan kondisi apa yang sedang terjadi.

Selamat mencoba !

membangun karakter anak usia dini

1.Membangun karakter anak usia dini dan contoh nya .

تعلم فى صغار كالنقس على الحجر # و تعلم فى كالنقس على الماء

(كلام العلماء)

Artinya : “belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa bagai mengukir diatas air “(Petuah Ulama )

Bila ada yang bertanya sejak kapan buah hati ayah dan bunda dibangun karakternya ? jawaban yang tepat adalah sejak dini .

Sudah menjadi kewajiban orang tua mendidik  buah hati nya untuk menjadi orang yang baik .tugas mendidik anak bukan saja kewjiban para tuan guru di sekolah .beberapa ahli parenting berpendapat bahwa sebelum anak-anak itu di bangun karakter dan di beri ilmu dibangku sekolah mereka dididik terlebih dahulu oleh ayah dan bundanya didalam rumah .oleh karena itu rumah tangga yang penuh dengan kebaikan insyaallah dapat pula melahirkan generasi yang sholeh dan bermfaat .tidak heran apabila para tuan guru atau alim ulama menasehatkan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak nya .

Masih ingat kah ayah bunda akan nasehat ustad yang dahulu ayah dan bunda pernah mengaji bahwa “belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa laksana mengukir diatas air “.mengukir prilaku yang baik atau buruk pada anak akan mudah sekali ditiru oleh nya . jadi bila salah mendidik dan membangun karakternya sejak dini tidak heran bila memasuki usia remaja nya prilakunya kurang baik . dan saat anak sudah memasuki usia remaja apalagi dewasa orang tua akan lebih repot lagi membangun karakter nya daripada membangun karakter nya saat mereka diwaktu kecil .

Wahai ayah dan bunda yang jiwa nya tak kenal lelah dalam mendidik anak perlu diketahui bahwa apapun latar belakang yang dimiliki itu tidak penting .hal demikian adalah penunjang dan yang terpenting adalah memberi contoh yang baik kepada anak sepanjang hari oleh karena butuh keistiqomahan . semoga Allah Ta’ala memudahkanya .

Contoh orang tua dalam membangun karakter anak sejak usia dini :

1.mengajarkan anak untuk membaca al-quran

2.mengajak nya untuk mendirikan shalat .

3.baik saat makan atau minum dahulukan dengan tangan kanan .

4.membiasakan untuk duduk saat makan atau minum .

5.mengajaknya jalan-jalan diiringi dengan belajar .

6.tidak membrikan gadget sebelum usia nya menginjak 12 tahun .

7.tidak terlalu lama menonton tv ,terlebih antara magrib dan isya lebih baik televise dalam keadaan mati dan menganjurkan anak untuk mengaji al-quran .

Setuju atau tidak satu dari sekian karakter anak usia dini mereka adalah peniru yang sangat baik .semakin banyak kebaikan yang dicontohkan oleh ayah dan bunda dirumah semakin baiklah karakter nya dan semakin banyak prilaku yang tidak baik dicontohkan orang tua kepada buah hati hal ini yang akan membahayankan nya karena ayah bunda akan khawatir bila sang buah hati memiliki habit yang kurang baik .

Dibawah ini hanyalah beberapa tips bagi orang tua dalam memberikan membangun karakter buah hati nya saat berada di rumah .diantaranya :

  • Konsisten

Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab dalam membangun karakter anak .oleh karena itu tanpa tawar menawar lagi bahwa orang tua harus menjadi role model atau contoh yang baik bagi anak . baik saat didepan anak atau dibelakang nya .

  • Berkelanjutan (Continue)
    terus menerus ,berkesinambungan dan berkelanjutan ketiga kata itu yang harus diterapkan sepanjang hari . karena membangun dan membentuk karakter anak bukan dilakukan pada waktu dan keadaan tertentu saja . agar kebaikan nya melekat pada diri sang buah hati maka haruslah terus menerus

 

  • Konsekuen

Sudah pasti dalam prosesnya tidak semulus yang diharapan kan .tentunya akan hadir argument dan pertentangan dalam hal-hal kecil .menjadi sebuah kebijaksanaan saat anak berbuat salah orang tua membrikan pelajaran dengan tujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan memahami sebuah lesalahan juga hukuman .

 

Demikanlah uraian singkat yang dapat memberikan sedikit semangat dalam membangun karakter anak usia dini bagi orang tua.semoga dapat membantu

Wallahu A’lam  Bissowab .

 

Mendidik Anak agar Taat Sejak Dini

 


Berbicara mengenai mendidik anak, banyak hal dan aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh ayah bunda untuk membekali si kecil agar tumbuh menjadi anak yang berakhlakul karimah. Dari segi aspek manapun dalam menidik anak ini haruslah seimbang dan proporsional. Misal dari aspek moral, sosial, agama, pendidikan dan aspek lain nya harus sama-sama saling menyelaraskan tidak dominan pada satu aspek aja.

Untuk hal cara mendidik anak dari berbagai aspek, para ayah bunda pasti punya cara tersendiri untuk menerapkan itu pada si kecil. Didiklah anak sesuai dengan karakter nya, jagan disamaratakan cara mendidik nya dengan anak yang lain. Karena tiap anak itu berbeda-beda, unik dengan pribadinya masing-masing. Yang perlu di ingat adalah jangan memaksakan kehendak kita agar sama dengan kehendak si kecil, karena anak-anak itu pada dasarnya tidak suka yang namanya suatu paksaan atau berada dalam suatu keadaan yang tidak ia sukai. Malah yang ada ayah bunda hanya aka menerima penolakan dari mereka.
Gunakanlah bahasa yang santun dan penyampaian yang mudah dicerna oleh anak, agar anak bisa melakukan nya dengan rasa senang tanpa ada perasaan terkekang. Untuk cara penyampaian berikanlah analogi-analogi sesuai dengan zaman nya, yang bisa dinalar oleh anak.
Silakan itu tugas dan PR besar ayah bunda untuk mendidik anak agar taat tanpa suatu paksaan.

Karena ayah bunda sudah punya cara sendiri untuk mendidik anak agar tumbuh kembang dengan baik,  untuk itu disini kami hanya akan membahas di 1 pembahasana aspek saja , yaitu dari segi aspek nilai agama.
Apa sih penting nya mendidik anak dari segi aspek penanaman nilai agama sejak dini? lalu bagaimana cara yang ampuh agar anak mampu menyerap dan mengimplementasikan aspek nilai gama ini dalam kehdupupan sehari-hari mereka.

Mendidik anak dari segi aspek penanaman nilai agama sedari dini sangatlah amat penting. Karena itu adalah pondasi pertama agar anak selalu menjunjung tinggi norma-norma agama dan selalu mengaplikasikan nya ketika tumbuh besar nanti.

Lalu hal apa yang harus bunda ajarkan kepada si kecil dalam penanaman nilai norma agama ini?

  1. Mengajarkan Tauhid
    Berikan pemahaman tentang apa itu tauhid dan hakikat nya, mengapa kita harus bertauhid.
    Pembentukan ketauhidan anak yang pertama terdapat dalam lingkungan keluarga. Maka, PR ayah bunda untuk mengenalkan nya kepada sikecil.
    Metode pengenalan tauhid ini bisa bunda lakukan dengan langkah-langkah berikut:- Perdengarkan & Ajarkan kalimat tauhid sejak usia anak mulai bisa berbicara

    R imam Hakim mengatakan “Ajarilah anak-anak kecilmu kalimat Laa Illaha Illallah sewaktu mereka mulai berbicara, dan tuntunlah mereka untuk membaca kalimat tauhid tersebut sewaktu menghadapi kematian”.

    – Berikan contoh teladan ketauhidan yang baik
    Berikan contoh berbuat, bersikap dan berkepribadian yang baik, agar anak meneladani apa-apa yang kita lakukan.
    Uyainah bin Abi Sufyan seperti dijelaskan oleh Abu Tauhied pernah beropesan kepada guru yang mendidik anak nya sebagai berikut :

    “Hendaklah yang pertama kamu lakukan didalam memperbaiki anakku adalah dengan memperbaiki dirimu sendiri. Kaerna sesungguhnya mata anak-anak tersebut hanya tertuju padamu. Maka yang baik menurut mereka adalah apa yang kamu perbuat dan apa yang buruk bagi mereka adalah apa yang kamu tiggalakn.

– Lakukan kebiasaan baik mengenalkan tauhid ini secara konsisten
Misal ayah  bunda mengajarkan anak tentang rukun iman, rukn islam, cara beribadah, berdoa dan sebagai nya. Dan hal lain yang mesti anak kita ketahui dan apa-apa yang sekiranya penting untuk anak.

– Berikan nasihat dan ingatkan terus anak
Berikan nasihat dengan bahasa yang santun agar anak memahami dan jangan sesekai memberikan nasihat pada anak secara otoriter, karena akan memberikan efek negatif nantinya.

– Tidak boleh lengah dalam pengawasan
Dalam mengajarkan tauhid pada anak, dibutuhkan pengawasan agar keadaan anak sellau terpantau.
Allah berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 :
“ Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari apai neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengajarkan apa yang diperintahkan.

  1. Mengajarkan anak untuk beribadah
    Kenalkan anak dan langsung brikan contoh yang kongkrit yang bisa diikuti anak, jangan hanya menyruh saja.
    Ibadah yang harus bunda kenalkan pada anak usia dini, diantaranya adalah:- Contohkan anak untuk shalat
    Ajarkan anak tata cara shalat dan ajak langsung ketika kita hendak melakukan shalat :

    Seseorang pernah mengatakan “ Jangan katakan kepada anakmu, ‘berangkatlah untuk shalat, kalau tidak, kamu akan masuk neraka’. Tapi katakan padanya ‘ayo berangkat shalat bersama, supaya kita bisa masuk syurga bersama-sama”.

    – Cotohkan anak untuk membaca Al-qur’an
    Ajarkan anak untuk membaca al-quran dengan metode yang mudah dan dapat dicerna oleh anak. Di era digital ini mungkin ayah bunda bisa mengajarkan nya lewat gadget agar anak tidak bosan.

    – Ajarkan anak untuk Berpuasa
    Kenalkan anak pada ibadah puasa. Beri pemahaman dulu mengapa kita harus berpuasa, berikan penjelasan yang bisa masuk dalam nalar anak.
    – Ajarkan anak tentang doa-doa
    Usia dini merupakan waktu yang pas untuk kita mengajarkan banyak hal, terutama dalm hal-hal baik. Seperti mengajakrakan anak untuk selalu berdoa ketika mau melakukan sesuatu dan sesuadh melakukan sesuatu.

Sekian, semoga bermanfaat !
Selamat mencoba 🙂

 

 

 

 

Mendidik Anak Berpakaian Syar’i Sejak Dini

Mendidik Anak Berpakaian Syar'i Sejak Dini
Mendidik Anak Berpakaian Syar’i Sejak Dini tips

Berpakaian sesuai dengan syari’at islam adalah suatu keharusan dan kewajiban bagi setiap muslim perempuan yang sudah memasuki usia akhil baligh. Akan tetapi pada kenyataan nya hanya sedikit yang menjalankan perintah allah ini. Padahal kalau ditanya apa hukum memakai jilbab/penutup mereka tau jawaban nya, akan tapi mereka seperti menutup telinga dan berpura-pura seolah tidak tau dan tidak mau tau. Padahal sudah jelas dalam quran dijalaskan :

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu, menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merderka) sehingga merea tidak diganggu. Dan Allah senantiasa maha pengampun lagi maha penyayang (QS. Al-Ahzab : 59)

Juga dalam ayat lain di surat al-qur’an :

“Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita-wanita mukmin, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah menampakan perhiasan (pakaian atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka” (QS. An-Nur : 31)

Pun dalam surat Al-A’raf ayat 26 :

“Hai anak cucu adam, sungguh kami telah menurunkan untuk kamu pakaian yangg dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”

dan masih banyak lagi ayat-ayat yang allah turunkan ini mengenai perintah agar menutup aurat ini.

Untuk itu, disini kami akan mengingatkan bunda lagi penting nya mendidik anak dengan mengenalkan pakaian yang sesuai syariat islam kepada si kecil yang belum baligh. Supaya apa mereka dikenalkan sejak dini kepada pakaian seperti ini? agar ketika kelak besar nanti mereka sudah terbiasa.

Berikut tips-tips yang bunda boleh coba agar si kecil terbiasa berhijab syar’i.

  1. Berikan pemahaman kepada mereka apa hukum nya mamakai pakaian yang menutup aurat ini, kenapa harus mengenakan nya dan apa balasan nya dari Allah jika tidak mengenakan pakaian tertutup ini.
  2. Berikan pakaian syar’i kepada si kecil.
    Kenalkan anak pada pakaia syar’i ini dan biarkan memilih model/design yang sesuai dengan kesukaan/keinginan mereka. Atau sarankan dan pilihkan yang sekira nya bagus oleh bunda yang simple dan lucu.
    Dengan begitu anak-anak akan senang dan nyaman memakai nya tanpa ada paksaan dan hal ini akan menjadi kebiasaan sampai mereka tumbuh dewasa dan menua nanti.
  3. Berikan pujian kepada si kecil dengan bahasa yang baik agar si kecil merasa senang dan termotivasi untuk terus mengenakan pakaian tertutup ini. Misal dengan pujian;
    “kamu cantik nak memakai pakaian tertutup seperti ini, ayah bunda bangga sama kamu. Kamu mau menuruti apa yang di perintahkan Allah ini. Mudah-mudah an kamu di cintai Allah dan masuk surga yaa”
    “Duh anak ayah bunda ko jadi terlihat manis pakai pakaian seperti ini, tetap dipakai ya kemanapun kamu pergi”
    Dan pujian-pujian lain nya.
  4. Sesekali berikanlah reward atau hadiah atau apapun itu yang membuat si kecil senang. Misal dengan memberikan hadiah yang di inginkan/atau yang disukai anak.
  5. Kenalkan pada lingkungan yang baik yang sevisi, dengan anak-anak yang sama-sama mengenakan pakaian syar’i ini. Agar mereka tidak merasa sendiri dan senang mempunyai teman sebaya yang juga sama-sama belajar taat kepada Allah.

 

Mungkin itu beberapa tips yang bisa kami bagikan untuk ayah bunda untuk bekal mendidik anak agar menjadi anak yang sholehah, yang mentaati perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari

 

 

Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari yang wajib ayah bunda tau

Mengajarkan anak akan penting nya moral adalah pembelajaran atau PR para ayah dan bunda sepanjang hayat. Mengapa demikian? Karena pendidikan moral ini tidak akan didapat ditempat manapun kecuali dimulai dari lingkungan tempat ia dibesarkan nya, dengan siapa dia dibesarkan dan apa yang diajarkan dilingkungan itu. Karena lingkungan itu mampu membentuk karakter anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, mampu menjunjung tinggi norma-norma nilai tatakrama, sopan santun, bersosialisasi dengan baik.
Bukan perkara mudah memang mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik yang memiliki kesadaran dalam dirinya agar tetap menjunjung norma-norma kehidupan yang baik.

Semua pembelajaran harus dimulai dari kehidupan sehari-hari dahulu, dimulai dari hal terkecil dan simple. Mengajarkan anak sopan santun harus dilakukan sejak dini, terus diulang dan konsisten. Orangtua juga harus memberi contoh agar mereka memiliki perilaku sesuai yang kita harapkan. Yang sulit memang bukan bagaimana anak bisa melakukan apa yang kita suruh tapi melainkan sulitnya kita memberikan contoh kepada anak agar anak mampu berperilaku baik sesuai yang kita harapkan. Untuk itu cobalah berikan contoh yang kongkrit kepada anak bagaimana seharusnya kita bersikap yang baik.

Untuk itu, kami disini akan memberikan beberapa tips Ilmu Parenting Anak Dalam Kehidupan Sehari-hari agar anak mampu tumbuh kembang menjadi pribadi yang baik dan mampu menjunjung tinggi nlilai itu kelak sampai ia dewasa nanti. Berikut tips nya :

1. AJARKAN KATA-KATA SAKTI INI;

  • TOLONG : Ketika ingin meminta bantuan kepada orang lain.
  • MAAF : Jika melakukan kesalahan.
  • TERIMAKASIH : Ketika ada yang memberikan sesuatu atau pertolongan.
  • PERMISI : Ketika masuk/melewati kerumunan orang
  • IZIN : Jika hendak mau melakukan sesuatu atau meminta pendapat

2. BERSIKAP SOPAN SANTUN DALAM PERILAKU DAN BERBICARA

Berikan pemahaman yang baik kepada anak penting nya berperilaku sopan dan santun dalam berbicara. Berikan contoh langsung ketika kita berbicara dan bersikap kepada tamu atau siapa saja lawan bicara kita. Dan ajarkan juga anak untuk tidak memotong pembicaraan orang ketika sedang berbicara.

3. JANGAN BERSIKAP KASAR
Lagi-lagi berikan pemahaman dan contoh kepada anak agar tidak bersikap kasar terhadap orang lain, agar tidak merugikan orang lain dan anak kita juga tidak dapat predikat anak ‘GALAK,NAKAL dan predikat buruk lain nya yang akan mempengaruhi alam bawah sadar nya. Bimbing anak kita agar bisa mengontrol emosi ketika ada hal yang tidak ia sukai dan berada dalam situasi yang tidak mengenakan.
Terapkan sifat lemah lembut pada diri anak agar terhindar dari sikap kasar.

4. BERSIKAP TANGGUNG JAWAB

Ajarkan anak agar memiliki sikap tanggung jawab sedari dini. Agar kelak ketika tumbuh dewasa nanti ia akan selalulu bersikap menerima dan menanggung sendiri atas apa yang telah ia perbuat.
Contoh kecil menerapkan sikap tanggung jawab pada anak ini misal dengan cara memintanya membereskan mainan pada tempat nya lagi, meletakan kembali alat makan pada tempat nya, membuang sampah pada tempatnya dan hal-hal kecil lain nya.

5. MENERAPKAN SIFAT KASIH SAYANG TERHADAP SESAMA

Berikan pemahaman agar kita senantiasa harus saling sayang menyayangi, contoh kecil pembuktian kasih sayang ini dengan memberikan pelukan kepada orang tersebut. Tapi, harus digarisbawahi ya tidak semua orang bisa dipeluk apalagi orang yang tidak begitu dikenal. Contoh kecil kasih sayang dengan memeluk adik nya, kakak nya, orang tua nya, nenek kakek nya, saudaranya dan orang terdekat nya.

6. MENERAPKAN SIFAT JUJUR DALAM BERPERILAKU

Selalu katakan padanya apapun masalah nya bicaralah, bicara terbuka,  jujur apa adanya. Jangan sesekali berbohong, karena berbohong sekali bisa menjadi pembiasaan buruk sampai kelak nanti ia dewasa.

7. MENGAJARKAN DOA SEHARI-HARI

Biasakan anak diajarkan berdoa ketika mau melakukan sesuatu, misal doa sebelum makan & setelah makan, mau tidur & bangun tidur, doa masuk WC, doa keluar rumah dan doa-doa lain nya.

8. AJARKAN ANAK UNTUK BERIBADAH TANPA PAKSAAN

Contohkan anak dengan nilai-nilai religius, ajak anak untuk mengenal tuhan nya. Contoh nya ajarkan anak untuk Shalat, Membaca Al-qur’an.
Jangan dipaksa, pakailah metode yang sesuai dengan karekter si anak. Ingat sekali lagi bukan hanya menyuruh tapi ajak bersama-sama untuk mengerjakan ibadah.

 

Mungkin itu beberapa tips yang bisa kamii share kepada ayah bunda, semoga bermanfaat 🙂