Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Bismillah

اللهمّ صلى على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Tidak semua anak dapat meceritakan banyak hal kepada orang tuanya .orang tua hanya sekedar tau dan terkadang tanpa berakhir dengan solusi . ujung-ujungya anak lebih memilih bercerita kepada teman atau kepada guru nya .

Hal demikian pasti tidak nyaman bagi orang tua .karena seharusnnya orang tua terlebih dahulu yang mengetahuinya apabila ada yang terjadi mengenai anak nya .oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakoni untuk ayah dan bunda adalah menjadi mendengar yang baik .

Semisal nya tadi pagi ada dua murid saya yang duduk di bangku kelas 3 bertengkar hingga menyebabkan keduanya menangis .masalahnya teman satu lagi meminta makanan namun tak dikasih. awal nya hanya satu murid yang nangis ,karena satu lagi merasa takut dan bersalah maka ia meluapkan emosinya lewat tangisan air mata .

10 sampai 30 menit keduanya masih tidak saling Tanya lama kelamaan seperti semula lagi sama sama bercanda dengan teman teman yang lain nya . pastinya saya beri tahukan jangan ada yang bertengkar .yaitulah dunia mereka .

Contoh kecil kejadian diatas hanyalah sekelumit dari cerita masalah anak di sekolah yang bisa dijadikan diskusi antara kedua orang dan anak . tanpa ditanya oleh orang tua anak sudah nyaman bercerita kepada ayah dan bunda nya .

Ya ….tidak hanya cerita di atas bisa saja seperti nilai nya ,tentang pelajaran yang disukainya ,mengenai pelajaran yang sulit di pahami nya bahkan hingga masalah tatkala anak sudah mulai rasa suka terhadap lawan jenis .

Bagi orang tua bagaimana caranya menjadi pendengar yang baik ? secara singkat menjadi pendengar yang baik itu ciri nya ialah saat sang anak bercerita sebagai orang tua merespon penuh melalui anggota tubuhnya dengan aktif .

-memperhatikan penuh apa yang di sampaikan oleh anak

-bila sudah ada jeda untuk berbicara atau sang anak usai mengutarakan uneg-uneg di hatinya biasa nya bila orang tua berhasil memosisikan dirinya sebagai pendengar yang baik maka saat itu pula berikan lah nasehat-nasehat positive untuk anak . insyaallah anak akan mudah menerima nya .

-saat masukan yang dari orang tua dapat diterima anak maka perlahan nasehat itu yang akan menjadi pegangannya saat menghadapi masalah yang sama . saat anak terdidik oleh orang dengan arahan yang bijaksana perlahan pun sang anak akan menjadi bijak .

Dari point demikian lah keharmonisan keluarga akan senantiasa terjaga ,efek positif nya saat ada perselisihan antara anak dan orang tua pun .bismillah dan insyaallah akan teratasi dengan baik dan tidak waktu yang lama alias teratasi dengan cepat dalam waktu yang singkat karena sudah terbangun komunikasi yang manfaat .

Tip tambahan untuk orang yang ingin mencoba menjadi pendengar yang baik .

1.awali dengan bismilah dan niatkan semata semata untuk ibadah mengelola amanah berupa anak agara menjadi putra yang sholeh atau putri yang sholehah .

2.perbanyak baca sholawat .

3.saat anak bercerita tatapalah kedua mata anak anda dengan penuh rasa kasih sayang ,penuh senyuman dan ramah tanpa kenal kata marah .

4.ciptakan suasana komunikatif

5.jangan pernah memotong pembicaraan nya . karena hal ini sering terjadi saat orang tua tidak setuju

dengan apa yang di ceritakan oleh sang anak .

sudah menjadi sikap anak terkadang membangkang dan menampakan ketidaksukaan nya terhadap kehandak orang tua. Oleh karena itu sisihkan kan waktu untuk mendengarkan kan permasalahn yang sedang anak hadapi . jangan pernah katakan “ ayah / ibu ,tidak ada waktu nak . lagi sibuk ,. Insyallah pasti ada waktu bila ada niat untuk menyempatkan nya .

menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita
menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita

membangun karakter anak usia dini

1.Membangun karakter anak usia dini dan contoh nya .

تعلم فى صغار كالنقس على الحجر # و تعلم فى كالنقس على الماء

(كلام العلماء)

Artinya : “belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa bagai mengukir diatas air “(Petuah Ulama )

Bila ada yang bertanya sejak kapan buah hati ayah dan bunda dibangun karakternya ? jawaban yang tepat adalah sejak dini .

Sudah menjadi kewajiban orang tua mendidik  buah hati nya untuk menjadi orang yang baik .tugas mendidik anak bukan saja kewjiban para tuan guru di sekolah .beberapa ahli parenting berpendapat bahwa sebelum anak-anak itu di bangun karakter dan di beri ilmu dibangku sekolah mereka dididik terlebih dahulu oleh ayah dan bundanya didalam rumah .oleh karena itu rumah tangga yang penuh dengan kebaikan insyaallah dapat pula melahirkan generasi yang sholeh dan bermfaat .tidak heran apabila para tuan guru atau alim ulama menasehatkan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak nya .

Masih ingat kah ayah bunda akan nasehat ustad yang dahulu ayah dan bunda pernah mengaji bahwa “belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar dikala dewasa laksana mengukir diatas air “.mengukir prilaku yang baik atau buruk pada anak akan mudah sekali ditiru oleh nya . jadi bila salah mendidik dan membangun karakternya sejak dini tidak heran bila memasuki usia remaja nya prilakunya kurang baik . dan saat anak sudah memasuki usia remaja apalagi dewasa orang tua akan lebih repot lagi membangun karakter nya daripada membangun karakter nya saat mereka diwaktu kecil .

Wahai ayah dan bunda yang jiwa nya tak kenal lelah dalam mendidik anak perlu diketahui bahwa apapun latar belakang yang dimiliki itu tidak penting .hal demikian adalah penunjang dan yang terpenting adalah memberi contoh yang baik kepada anak sepanjang hari oleh karena butuh keistiqomahan . semoga Allah Ta’ala memudahkanya .

Contoh orang tua dalam membangun karakter anak sejak usia dini :

1.mengajarkan anak untuk membaca al-quran

2.mengajak nya untuk mendirikan shalat .

3.baik saat makan atau minum dahulukan dengan tangan kanan .

4.membiasakan untuk duduk saat makan atau minum .

5.mengajaknya jalan-jalan diiringi dengan belajar .

6.tidak membrikan gadget sebelum usia nya menginjak 12 tahun .

7.tidak terlalu lama menonton tv ,terlebih antara magrib dan isya lebih baik televise dalam keadaan mati dan menganjurkan anak untuk mengaji al-quran .

Setuju atau tidak satu dari sekian karakter anak usia dini mereka adalah peniru yang sangat baik .semakin banyak kebaikan yang dicontohkan oleh ayah dan bunda dirumah semakin baiklah karakter nya dan semakin banyak prilaku yang tidak baik dicontohkan orang tua kepada buah hati hal ini yang akan membahayankan nya karena ayah bunda akan khawatir bila sang buah hati memiliki habit yang kurang baik .

Dibawah ini hanyalah beberapa tips bagi orang tua dalam memberikan membangun karakter buah hati nya saat berada di rumah .diantaranya :

  • Konsisten

Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab dalam membangun karakter anak .oleh karena itu tanpa tawar menawar lagi bahwa orang tua harus menjadi role model atau contoh yang baik bagi anak . baik saat didepan anak atau dibelakang nya .

  • Berkelanjutan (Continue)
    terus menerus ,berkesinambungan dan berkelanjutan ketiga kata itu yang harus diterapkan sepanjang hari . karena membangun dan membentuk karakter anak bukan dilakukan pada waktu dan keadaan tertentu saja . agar kebaikan nya melekat pada diri sang buah hati maka haruslah terus menerus

 

  • Konsekuen

Sudah pasti dalam prosesnya tidak semulus yang diharapan kan .tentunya akan hadir argument dan pertentangan dalam hal-hal kecil .menjadi sebuah kebijaksanaan saat anak berbuat salah orang tua membrikan pelajaran dengan tujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan memahami sebuah lesalahan juga hukuman .

 

Demikanlah uraian singkat yang dapat memberikan sedikit semangat dalam membangun karakter anak usia dini bagi orang tua.semoga dapat membantu

Wallahu A’lam  Bissowab .

 

Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang agar Sholeh dgn Membiasakannya Gemar Sedekah

Bagaimana Cara Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah, agar tumbuh sholehah?

 

Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah
Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang  dengan mengajarinya bersedekah

 

Saya ingin mulai dengan penjelasan seorang kyai muda yang entah saya tak ingat namanya. Ceramah yang disampaikan mengenai keunggulan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa, ada tiga hal yang saya catat dan garisbawahi  diantaranya :

  1. Anak –anak itu bila memiliki rizki mudah sekali untuk berbagi dengan teman teman nya
  2. Bila terjadi permusuhan atau saling marah sesamanya. cepat sekali akur nya selang beberapa menit usai saling marahan mereka bermain kembali seperti biasa
  3.  Point  yang terakhir ini menjelaskan bahwa jiwa anak-anak selalu legowo atau lapang dada,tidak ada uneg-uneg dalam hati nya fikirannya,hatinya dan prilakunya bebas tanpa beban karena semua bermula dari hati nya yang senantiasa lapang  tak salah bilah ada lagu sewaktu kita masih kecil dahulu seperti ini :

Disini senang disana senang di mana –mana hati ku senang

Syalala…lalala…lalala…lala….lala…lala…lala.

Memang cocok hati yang selalu riang adalah jiwa mereka, jiwa anak-anak  lucu, polos dan selalu mengundang keceriaan tersendiri.

Hal ini sangat terasa, khusus nya bagi saya yang memang setiap hari dikelilingi oleh anak-anak kecil karena rumah saya berdekatan sekali dengan taman pendidikan al-quran (TPQ)dan Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat dengan sekolah dasar (SD).

Dari sisni maka akan sangat baik rasanya bila kita Mendidik Anak dengan Cinta dan Kasih Sayang sesuai dengan karakter mereka yang riang, cara seperti ini akan mudah mereka terima.

Selain itu keunggulan anak-anak yaitu mudah berbagi seperti yang sudah saya tulis,  karakter ini harus terus di pelihara dan di pertahankan.

Satu hal menurut hemat saya, perubahan yang harus dilakukan oleh orang tua mengenai cara mendidik anak membiasakan sedekah agar timbul rasa sayang sesama umat beragama ialah cara membagikan nya harus kepada siapa atau kemana ?

Mari kita coba arahkan agar biasa berbagi terhadap anak-anak yatim, saudara –saudara yang tidak mampu atau setiap hari jumat biasakan sedekah di keropak masjid dengan demikian hati nya akan terus terpelihara menjadi orang yang sholeh atau sholehah yang memiliki karakteristik ahli sedekah.

Karena secara tidak langsung saat mengajarkan mereka berderma kepada sesama saudaranya yang kurang mampu akan menunmbuhkan syukur.

Dan bilakelak suatu hari anak anak kita beranjak remaja dan tetap menjadi budi pekerti mulia ini insyaaAllah akan di liputi banyak keberkahan karena bukan kah hamba yang pandai bersyukur akan di tambahkan nikmat –Nya.

Sebagai mana yang termaktub dalam surat Ibrahim ayat ke tujuh. semoga saja kita dan keturunan yang dimiliki menjadi hamba hamba Allah yang gemar bersedekah .

Sedekah itu menyenangkan dan efeknya insyaAllah pasti menenangkan.  Tidak salah rasa nya bila kesenangan itu datang setelah bersedekah karena harta yang telah di sisihkan untuk bersedekah hakikat nya tidak berkurang bahkan Allah Taala lipat gandakan.

Satu kebaikan di balas sepuluh bahkan bila Allah berkehendak kelipatan nya lebih dari itu, Maha Benar Allah Ta’ala atas segala janjinya.

Selain menyenangkan sedekah pun akan menenangkan hati  si pelaku sedekah tersebut, sebagai mana dalam keterangan alim ulama telah di jelaskan bahwa  harta yang di sedekah kan :

1. Awalnya tidak berkah menjadi berkah

2. Dari harta yang sedikit menjadi banyak

3. Harta yang menjadikan orang pelit kelak harta itu akan di mintai pertanggung jawaban nya namun bila di sedekahkan kepada yang membutuhkan maka  awal nya Nampak menjadi musuh setelah akan menjadi kekasih .

4. Saat harta tanpa sedekah akan berakhir dengan sia-sia maka setelah di sedekahkan akan menjadi investasi di akhirat kelak .

Uraian penjelasan diatas hanya sedikit memotivasi pembaca sebagai orang tua akan fadhilah atau keutamaan sedekah agar bisa mulai mendidik anaknya dengan kasih sayang dan membiasakan sedekah.

Taklupa pula sebagai bekal untuk mendidik buah hati agar dapat melaksanakan sunah Nabi yang sangat di anjurkan ini yaitu menjadi hamba yang mulia dengan cara gemar bersedekah.

Kemudian pastikan orang tua terlebih dahulu yang memberikan contoh insyaallah kebaikannya pun akan di tiru oleh sang anak.

Semoga kita senantiasa mampu mendidik anak dengan cinta dan kasih sayang dan mulai menanamkan habit sedekah bagi anak kita…

 

Aamiin…

Mendidik Anak yg Baik utk Mencetak Anak Sholeh

Mendidik Anak yg Baik utk Mencetak Anak Sholeh

Mencetak Anak Sholeh dengan Pendidikan yang Baik

 

Mendidik anak yang baik
Cara mendidik anak yang baik secara islami

 

 

 

 

 

 

 

Pernikahan sejatinnya bukan hanya perpindahan dari status single menjadi berdua, namun pernikahan adalah bentuk sebuah ketaatan hamba kepada Rabb nya untuk merealisasikan sebagian daripada sunah Rasulnya agar setelah menikah semakin dekat dengan Allah SWT .

Beribadah kepada Nya berbeda dengan masa lajang, dari segi apapun bentuk ibadah yang dilakukan oleh  hamba yang telah menikah akan mendatangkan berbagai bentuk kebaikan salah satunya pahala yang berlipat ganda, terlebih seribu dari satu tujuan pernikahan ialah memiliki dan mencetak anak sholeh dengan pendidikan yang baik.

Sebagai bekal amal kita atau investasi akhirat kita kelak karena anak yang sholeh adalah lentara bagi orang tua disaat sudah tidak ada lagi di alam dunia dan juga kebanggaan Rasululullah yang kelak suatu hari akan di kumpulkan di yaumil kiamah lalu di perlombakan dengan umat umat Nabi yang lain mana yang lebih banyak pengikutnya dan mana yang lebih sholeh dan taat kepada Rabbnya juga kepada Rasul nya.

Satu harapan yang aku rasa semua pasangan ingin memilikinya yaitu memiliki keturunan yang sholeh sebagai mana yang telah dijelaskan pada paragraph pertama, walaupun sebagai orang tua belum memiliki kepribadian yang sholeh namun

Jangan berhenti untuk terus memperbaiki diri sembari mendidik buah hati agar dapat mencetak anak yang sholeh dan sholehah.

Suatu hari saat dikelas saya terinspirasi keceriaan para siswa siswi yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar islam terpadu  lalu hal demikan saya kaitkan dengan nasehat yang dahulu pernah saya dapatkan dari para orang tua baik itu bapak dan ibu saya juga guru-guru tentang pendidikan anak yang baik.

Saya setuju selain sebagai orang tua kita memiliki kewajiban akan tetapi jangan pernah melupakan hak anak-anak kita beberapa hak mereka diantaranya :

Empat Belas Permintaan buah hati yg merupakan haknya tapi tidak pernah mereka utarakan :

  1. Sayangi dan cintai  aku dengan sepenuh hatimu
  2. Jangan memarahi aku di depan orang ramai
  3. Jangan perbandingkan aku dengan adik atau kakak ku dan orang lain
  4. Abi umi selalu ingat ,aku adalah gambaran utuh diri-mu
  5. Setiaphari umurku terus bertambah olehkarenanya jangan selalu anggap aku anak kecil
  6. Biarkanaku mencoba sesuatu yg baik, dan beritahu aku bila aku salah
  7. Jangan ungkit ungkit  pembelajaran yg ku buat lewat kesalahanku
  8. Aku adalah ladang pahala bagi ayah dan bunda
  9. Janganlahbmarahi aku dgn mengatakan hal-hal buruk, karena apa yang keluar  dari mulut ayah bunda menjadi doa bagiku .
  10. Jangan melarangku hanya dengan kata TIDAK BOLEH tapi berilah penjelasan kenapa aku jangan melakukan sesuatu
  11. Tolong aku, ayah bunda ,jangan HANCURKAN mentalku dan pemikiran ku dengan  bentak bentak aku setiap hari .
  12. Jangan ikutkan aku dalam masalah mu yang tidak kaitan nya dengan ku kau marah sama yang lain, aku imbasnya .
  13. Akuingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang di kehidupanku dan masa depan ku
  14. Berikanlah pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu  kelak dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke surga.

Dan ku coba tuliskan nasehat yang teramat sangat berharga bagi orang tua untuk buah hatinya dalam mendidik  nasehat yang ku ambil dari tuan guru :

✓ jangan sering dibuat menangis

✓anak kecil itu seperti wali (orang sholeh )

✓jangan sering dipuji dengan pujian yang berlebihan

Dan pada akhir ku menyimpulkan bagaimana kiat nya mencetak anak sholeh dan sholehah menurut pemikiran atau nasehat dari tuan guru sekumpul :

1.carilah pekerjaan yang halal (berkah )

2.arahkan anak anak ke sekolah agama carikan guru yang jelas (faseh ) karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya

3.jagalah makananya yang bener bener halal

4.kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang –orang sholeh atau alim

Tidak hanya satu dua hari kita berdoa agar memiliki putra putri yang sholeh namun sepanjang hari . anak anak kita adalah investasi akhirat kita . mendidik mereka adalah amanah dari sang maha kuasa .kehadiran nya sebagai penyemangat hidup dan pelipur lara di saat duka melanda .

 

 

memiliki keturunan yang sholeh.