Cara Mendidik Anak yang Baik agar Mereka Dapat Mengendalikan Diri

Cara Mendidik Anak yang Baik agar Mereka Dapat Mengendalikan Diri

Bagaimana mendidik anak agar mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik?

Cara Mendidik anak yang baik dengan mengajarinya cara mengendalikan diri

Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa perilaku seseorang saat dewasa  dipengaruhi oleh bagaimana pendidikan yang ditanamkan padanya saat masih kecil.

Pernahkah Bunda melihat seseorang yang sudah dewasa yang dalam pengendalian dirinya  cukup buruk. Emosinya sering meledak ledak, sering marah yang berlebihan dan bukan pada tempatnya. Dan ada juga yang tidak punya kontrol diri yang baik saat dihadapkan pada suatu pilihan.

Nyatanya orang dewasa yang sulit mengendalikan diri, saat sudah melakukan sesuatu karena ketergesaan, mereka pun biasanya akan menyesali perbuatannya.

Bicara tentang pengendalian diri seseorang yang sudah tumbuh dewasa,  tentu tidak akan dapat dipisahkan dari pendidikan yang didapat di masa kecil orang tersebut.

Nah kaitanya dengan pendidikan bentuk pengendalian diri ini bisa kita tanamkan sejak kecil pada anak kita.

Dalam penelitian uji Marshmallow, Walter Mischel dari Stanford University mengungkapkan bahwa anak yang mampu mengendalikan diri akan lebih sukses dalam hidupnya saat ia tumbuh dewasa.

Dalam penelitian ini Michael melakukan percobaan dengan memberikan sebuah marsmellow kepada anak-anak dan  lalu dia berjanji akan memberikan tambahan marsmellow dengan syarat anak itu mau menunda makan marshmallow.

Nah dari penelitian yang dilakukan tersebut Michael mengamati bahwa anak yang mau dan mampu menunda makanan favoritnya dalam hal ini marsmellow saat sudah dewasa mereka lebih berhasil.

Sebaliknya justru anak yang tidak mampu menunda makanan favoritnya mereka punya nilai yang lebih rendah di sekolah dan juga bermasalah di lingkungan masyarakatnya.

Nah pertanyaannya adalah, bagaimana ini kita bisa aplikasikan pendidikan yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri sejak dini.

Idealnya hal ini dapat silakukan saat Anak kita sudah mulai bisa berdialog dengan kita sebagai orang tuanya.

Namun sebetulnya sudah banyak Ahli yang membuktikan bahwa anak sudah dapat diajak ngobrol dan memahami bahasa bahkan sejak dalam kandungan.

Sehingga dengan membiasakan kita berkomunikasi dengan anak-anak, kita makan saat mereka dalam kandungan hal tersebut akan membuat mereka memahami kata-kata kita sehingga semakin mudah bagi orangtua memasukkan pesan-pesan yang ingin dipahami anaknya.

Kita bisa mengajak mereka untuk berdiskusi lalu  kemudian memberikan beberapa pilihan misalnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengendalikan dirinya sendiri.

Lalu bagaimana cara orang tua menanamkan dan mengajari anak untuk mengendalikan diri?

nah dalam hal ini Michael pun melanjutkan penelitian yang dilakukannya  dan dalam kelanjutannya ia membuktikan bahwa

memberikan keteladanan adalah hal yang terbaik dan cara yang paling ampuh untuk mengajak  dan mendidik anak dalam mengendalikan diri.

Dalam kelanjutan penelitiannya anak-anak yang mulanya tidak bisa menahan diri makan marshmallow diuji ulang kali ini anak tersebut ditemani orang dewasa yang bisa menahan diri tidak makan marshmallow hasilnya kemampuan mengendalikan diri sang anak meningkat.

Dengan demikian menjadi orangtua yang bisa mengendalikan diri adalah menjadi kunci agar anak belajar hal serupa dari orang tuanya dalam hal ini Ayah dan Bunda.

Ada beberapa tips menarik yang bisa dlakukan untuk pengendalian anak, Hal ini diungkapkan oleh psikologi Perwitasari PS

Berikut adalah tips untuk mendidik anak yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri :

 

  1. Biasakanlah kita sebagai orang tua menerima dan menamai perasaan anak.

 

Misalnya ‘Wah Adik senang banget dong’ atau ‘Oh jadi kakak kesel banget sama Bunda’  dengan kemampuan kita menerima perasaannya akan membuat anak merasa dirinya penting dan diterima orang tuanya.

Dengan menamai perasaan anak akan merasa terbantu ya akan mulai paham cara mengekspresikan emosinya dengan tepat.

Selain itu rasa diterima juga menghilangkan penghalang komunikasi sehingga ketika kita menunda atau menolak memenuhi keinginannya anak kita mengerti bahwa kita tidak menolak dirinya secara keseluruhan Selain itu merasa diterima membuat anak lebih memahami bahwa kita ingin dia mampu mengendalikan dirinya.

2. Membiasakan diri menggunakan kalimat tanya kepada anak.

Ini adalah tips yang baik pula untuk pengembangan diri nya dalam hal ini pengendalian diri karena saat orang tua bertanya kepada anak walaupun dia belum bisa menjawab secara verbal, bagian otak yang mengatur pengendalian diri atau sering disebut dengan frontal cortex dapat berkembang.

3. Melatih anak dengan Mandiri

Biasakan agar mereka mampu memenuhi ‘kebutuhan’nya sehari-hari

misalnya latih mereka untuk membuat susunya sendiri hal ini akan membantu mereka memahami bahwa untuk membuat segelas susu, mereka perlu menunggu karena memang dibutuhkan proses dan waktu.

anak-anak lebih mudah memahami sesuatu yang konkrit.  Konsep abstrak seperti proses dan waktu perlu dipahami kan dengan melakukan langsung suatu hal.

4. Buat sepakati aturan dan konsekuensi bersama anak

Saat anak benar-benar masih kecil dalam hal ini belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, maka diperlukan aturan yang kita buat Lebih detail agar mereka bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk

Tentu nanti Seiring berjalannya waktu semakin besar usia anak kita aturan menjadi lebih umum dan anak diberi kesempatan untuk memilih perilaku dan konsekuensi yang disepakati.

Dan semua harus diiringi dengan dialog dan diskusi agar nilai dan makna kontrol diri yang sedang kita latih kan dapat dipahami anak

Dan melibatkan anak dalam pembuatan aturan di rumah anak juga akan belajar untuk berpikir sekaligus mengontrol diri sendiri.

 

  1. Ajarkan pada mereka bahwa apa yang diinginkan tidak selalu didapatkan saat itu juga.

Berikan mereka ‘jeda’ untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, ini bukan berarti kita mengabaikan keinginannya apalagi jika mereka sampai menangis.

Ajak mereka ngobrol dan menamai perasaannya sambil membaca bahasa tubuhnya.

Kita bisa temukan Apa penyebab utama sehingga anak kita menginginkan sesuatu.  misalnya bisa jadi anak kita menangis minta digendong bukan karena lapar atau haus tapi sedang lelah dan mengantuk.

7. Anak adalah makhluk disiplin,

Buatlah rutinitas untuk membantu mereka mampu mengendalikan diri sehingga mereka bisa memahami konsep keteraturan dan juga dapat mengelola waktu dengan mudah.

8.  Ajak si kecil melakukan permainan, olahraga  dan ibadah.

Hal tersebut akan mampu membuat mereka melatih pengendalian diri, lebih detailnya misalnya kita ajak si kecil bermain petak umpet, berolahraga yoga, Shalat dan puasa bagi muslim.  Anak dapat belajar mandiri mulai dari mengalikan fisik hingga akhirnya ia dapat mengalihkan perasaan dan Keinginan merek.

9. Mulailah mengajarkan mereka cara mengolah emosi negatif yang dirasakannya

 

yaitu dengan mengenali tanda nya teladan kan dan ajarkan bagaimana untuk tenang belajar Ungkapan perasaan dengan kata-kata dan lalu alihkan dengan melakukan hal yang positif

 

Memang butuh pengorbanan kesabaran dan waktu untuk mendidik anak kita mengendalikan diri namun percayalah begitu kita melihat mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik maka kita akan bangga dengan hasilnya.

 

Sumber:  Yayasan kita dan buah hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *