Inilah 3 Amal yang Tidak Terputus dan Terus Mengalir bahkan saat Kita telah Meninggal Dunia.

Apakah 3 Amalan yang membuat seorang muslim terus mendapat pahala tanpa putus, bahkan saat ia meninggal dunia?

3 amalan tidak terputus pahalanya

Secara fitrah manusia adalah Makhluk yang di ciptakan Allah dengan berbagai tujuan, dalah Al-quran ada terdapat beberapa ayat tentang tujuan penciptaan manusia salah satu di antaranya adalah untuk beribadah kepada Allah yaiut terdapat pada Quran surat adz-Dzaariyaat ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56).

Artinya sebagai seorang muslim kita wajib meyakini bahwa salah satu misi kita hidup di dunia ini adalah semata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sehingga bagi setiap muslim apapun aktifitas yang dilakukannya harus senantiasa di sandarkan atau diniatkan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Dalam kesehariannya seorang muslim tentu memikiki aktifitas yang berbeda-beda ada seorang  karyawan, busnisman, dokter dan profesi lainnya itu semua tentu menjadi ladang amalnya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Selama nyawanya masih di kandung badannya selama itu pula semua aktifitas yang dilakukan muslim hendaknya di niatkan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Lalu bagaimana jika seorang muslim telah meninggal dunia?

Saat seorang muslim meninggal dunia maka terputuslah semua amal yang dilakukannya selama ia hidup.

Namun dalam sebuah hadits riwayat Muslim ada 3 pengecualian, artinya saat kita meninggalpun 3 amal ini akan terus mengalir. Apakah 3 amalan tersebut ?

Mari kita sama-sama simak hadits berikut ini  :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Jadi jelaslah 3 Amalan ini Tidak Terputus dan Terus Mengalir bahkan saat Kita telah Meninggal Dunia.

Pertanyaannya adalah sudahkah saat ini kita melakukan atau mendawamkan sedekah jariyah, membagi ilmu yang bermanfaat dan mendidik putra-putri kita agar tumbuh sholehah.

Semoga kita senantiasa mampu melaksanakan 3 amalan tersebut. Amiin…

 

Boleh si share jika dirasa bermanfaat …

 

mendidik anak di era zaman digital

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

tugas orang tua ialah mempersiapkan anak menghadapi zaman nya . kita sebagai orang tua ,apakah sudah mempersiapkan anak mengahdapi era digital saat ini ? dan era kedepannya ? sedikit kita ulas mengenai apa saja tantangan dan cara mendidik anak di era zaman digital seperti sekarang .

dibeberapa negara maju  seperti di jerman mengawasi penggunaan ponsel terhadap anak -anak dengan begitu ketat .sama hal nya seperti di negara finlandia penggunaan ponsel pada anak-anak diawasi dengan begitu ketat .di perancis bahkan sudah melarang anak-anak menggunakan ponsel diarea sekolah dan kini di negara ginseng atau korea yang sudah tidak asing lagi begitu dikenal memiliki perkembangan teknologi terpesat didunia pun kini sudah mengantisipasi pengaruh negatifnya terhadap anak-anak sebagai generasi penerus masa depan .terakhir di silicon valley orang-orang genius menjauhkan komputer dari keseharian anak-anak mereka.

mendidik anak di era zaman digital
“Ketika anak dibatasi dia pegang gadget, orangtua perlu beri alternatif lain. Tidak bisa kalau ibu atau ayahnya tidak di rumah. Contohnya ikuti les berenang, main basket, futsal, gitar atau apa yang disukai anak,” pungkas Elly

ayah bunda ,kita sudah mengetahui bahwa kini memang kemajuan teknologi semakin canggih dan begitu pesat dan tak dapat dipungkiri pula bahwa kehadidirannya dapa mempermudah hidup kita .salah satu diantaranya ialah saat mengasuh anak .melalui media teknologi dapat membangun media yang interaktif bagi anak oleh karena kehadirannya lebih diminati oleh anak .anak-anakpun lebih relatif mudah tenang dan lebih pintar dengan kehadiran teknologi saat ini .

akan tetapi kita tidak dapat mengelak bahwa dibalik kecanggihan dan kemajuan teknologi hari ini menyimpan bahaya besar dan mendatangkan ancaman serius bagi anak sebagai generasi penerus masa depan .hal demikian sudah menghawatirkan . beberapa akibat buruk nya menurut penelitian diantara lain .

a. anak -anak memiliki memori jangka panjang yang buruk .

b.tidak memilki emosi yang stabil .

c.bahkan tidak mampu berpikir .

bila kita perhatikan fitur-fitur yang ditawarkan teknologi digital zaman sekarang tanpa kita sadari telah berdampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan mental anak -anak .

selayaknya sebagai orang tua memang kita tidak bisa menghalangi potensi manfaat yang ditawarkan kemajuan dan kecanggihan teknologi namun orang dapat membatasi pemakaiannya terhadap anak-anak .hal demikian agar anak-anak sebagai generasi digital saat ini dapat terlidngi dari ancaman akan akibat buruk yang akan berpengaruh kepada anak .

rasa nya menjadi orang tua yang cerdas di era zaman digital seperti sekarang ini bukan lagi suatu keharusan namun sudah harus ditingkatkan lagi menjadi sebuah kewajiban .wajib cerdas tanpa ada kesan paksaan dan tidak dijadikan sebagai beban .karena mau tidak mau orang tua wajib belajar sebelum anak kecanduan canggihnya teknologi .

dibawah ada beberapa tips yang disampaikan oleh ahli parenting negri ini yakni bunda Elly  Risman mengenai bagaimana cara mengasuh anak di era zaman namun saya coba hanya satu kiat atau satu tips terlebih dahulu  .insyaAllah dapat diaplikasikan dalam keseharian agar hubungan orang tua dan anak dapat terjaga .

1.mengajarkan agama

hal demikian sudah menjadi kewajiban bagi orang tua .anak-anak tidak hanya diajarkan bagaimana cara baca al-quran sekali lagi tidak hanya di  batasi itu saja ajarkan pula ibadah yang lain seperti berpuasa .dalam hal ini sebagai orang tua harus menanamkan ilmu agama sedini mungkin dan perlu pula menanamkan secara emosional agar anak menyukai aktivitas itu . tidak hanya bisa namun suka .karena saat anak sudah suka baik da orang tua atau tidak anak akan tetap baik .

“Jangan kosong dan lalu dimasukkan ke sekolah agama. Tidak ada dasarnya jika begitu. Bisa dan suka itu berbeda. Bisa hanya sekadar melakukan, tapi jika suka, ada atau tidak ada orangtua dia akan tetap baik,” tutur bunda elly risman .

 

 

Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .

Assalamualaikum ayah bunda

Banyak sekali ungkapan kasih sayang dilakukan berbagai macam cara orang tua terhadap anak-anak nya . beberapa diantaranya seperti disekolah kan di lembaga yang berkualitas ,memberikan hadiah     ,atau disetiap weekend mengajak nya jalan baik ke mall atau tempat tempat indah yang berhubungan dengan alam entah itu lautan,pegunungan  dan lain sebagainya .

Pada kesempatan ini yang akan dibahas ialah mengenai ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anak .hal ini begitu penting dan sering kali terlupakan oleh ayah dan bunda yaitu kontak fisik atau sentuhan .

Pada beberapa literatu buku yang saya baca dan juga telah terbukti bahwa ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anak yang disampaikan lewat sentuhan itu lebih efektif .

Sentuhan fisik berupa pelukan atau ciuman dapat memberi rasa nyaman ,tentram baik bagi orang tua ataupun bagi sang anak ..

Kebiasaan ini telah dicontohkan Oleh baginda Rasulullah SAW lalu di contohkan pula oleh Khalifah umar bin khatab lalu akhir akhir ini kita liat prilaku baik ini diikuti pula oleh presiden turki yaitu Erdogan  .

Contoh dari kejadian yang dialami presiden turki .itu pernah suatu hari panitia memanggil presiden untuk naik keatas panggung yang terdapat beberapa anak lalu sang presiden pun mencium tangan anak-anak tersebut dan juga mengusap kepala nya . .

contoh satu lagi datang dari khalifar umar bin khotob .ayah bunda ketegasan umar bin khatab sudah tak dapat di ragukan lagi . pernah pada suatu hari saat khalifah umar hendak mengangkat seorang laki-laki untuk di jadikan seorang pejabat .

sudah seperti biasa sebelum jabatan itu diemban sang khalifah pun mengundangnya untuk membicarakan beberapa hal yang penting dan serius mengenai pemerintahan ,ekonomi dan kekuasaan pada saat itu .

ditengah perbincangan kedua nya tiba-tiba muncul anak laki-laki berlari melewati khalifa umar bin khotob dan calaon pejabat tsb .apa yang terjadi ? sebuah kejadian yang mengagumkan yang terjadi bukan sang khalifa marah ,membentak atau melototinya tapi anak kecil itu didudukan dalam pangkuan sang khalifah dan mengusap-usap anak tersebut .

dari kejadian itu calon pejabatpun sontak kaget . kekhawatiranya tidak lah terjadi lalu ia pun menanyakan kepada khalifah umar bin khotob adakah riwayatkan yang menerangkan bahwa Rasululloh SAW mengungkapkan rasa sayang nya terhadap anak-anak dengan mengendong ,mencium dan memangkunya ? sang khalifa pun menjawab “ada “ bahkan khalifah umar menambahkan “bahkan saat Rasululloh SAW saat shalat sunat sembari menggendong cucunya “

Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .
Membentuk kesalehan pribadi anak dengan pelukan dan ciuman orang tua .

ada yang perlu dicatat bahwa Rasululloh Mengajarkan kita selaku umat nya bagi sang ayah untuk rajin-rajin mengusap dan mencium anak pada 4 titik diantaranya :

1.ubun –ubun

  1. kening

3.kedua pipi

4.tangan

Sebelum menutup artikel ini saya pun mencantumkan beberapa alasan nya secara ilmiah mengenai efek dahsyat pelukan orang tua terhadap anak .diambil dari pemikiran seorang Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm .semoga Allah Ta’ala memberikannya keberkahan ilmu dan usia yang dimilikinya .

Menurut nya bahwa pembentukan pribadi pada anak melalui pelukan dapat menciptakan pribadi yang memiliki rasa empati yang tinggi bahwan tidak hanya itu ia dapat memudahkan dalam mencari solusi kala terjadi konflik pada keluarga .perlu diketahui pula bahwa efek dahsyat pelukan ini itu sudah terbukti secara ilmiah.

Beberapa point manfaat nya yaitu :
1. Kekuatan pelukan itu lebih efektif daripada kata-kata pujian terhadap anak .
“Anak berubah drastis jadi lebih tenang hanya dalam hitungan menit. Itu kekuatan pelukan,” tutur penulis buku ‘The Miracle Of Hug’ ini.

2. Mengatasi konflik pada anak yang sulit belajar .
3. Dengan pelukan yang diberikan orang tua kepada anak maka kedekatan hati lebih terjalin dengan baik karena ada kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak.

Hasil reseach oleh psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai.

4. Menurut psikolog Kathleen Keating Pelukan sederhana itu dapat :

  1. Menormalkan tekanan darah
  2. Meminimalisir stress
  3. Dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak .
  4. mempercepat perkembangan tubuh serta otak pada bayi .

Karena bayi itu Ketika dipeluk, dia akan merasa nyaman sehingga punya energi baru,” ucap Melly..

Ayah dan bunda semoga artikel ringan diatas dapat membantu dalam membentuk keshalehan putra –putri kita di rumah .

 

 

 

membangun generasi yang sholeh .

Membangun generasi yang sholeh .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-NYA kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengenai ayat yang dimaksud diatas  bahwa yang dimaksud “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” yaitu ajarilah diri kalian dan keluarga kalian al-khair (kebaikan). (Diriwayatkan Al-Hakim dalam Mustadraknya 4/494).
                   Lawan kata kehidupan adalah kematian .keduanya berjalan beriringan entah kapan giliran kita menunggu kematian itu datang sungguh tidak dapat di tentukan .datang nya kematian tidak bisa ditunda saat ia datang saat itu pula kehidupan anak adam berakhir .

              Ada hikmah mengenai Nabiyulloh Ya’kub ‘alaihissalam tatkala kematian hendak datang menjemput tanpa kenal kata tunda Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam tak luput perhatian terhadap kondisi anak-anaknya sepeninggal ia wafat .

              Adakah dalam pikirannya kelak akan jadi apa anaku ? tidak ada .adakah dalam pikirannya membicarakan mengenai harta ? tidak ada .adakah dalam pikirannya kendaraan apa yang akan diberikan kepada anaknya sepeninggal ia nanti ? tidak ada .adakah dalam pikirannya bagaimana keadaan tempat tinggal anaknya ? tidak ada .

              Komunikasi keduanya sama sekali tidak mmbicarakan mengenai urusan duniawi .nyataya yang terpikirkan dalam benak Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam yaialah kekahawatirannya mengenai keimanan anak –anaknya sepeninggalnya nanti .

Bukan harta bukan pula tahta yang akan disandang anak-anak nya nanti namun tertulis dalam bahasa yang begitu indah yakni ucapan Nabiyulloh Ya’kub Alaihissalam :ى  ماَتَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِArtinya  : “ apa yang kalian sembah sepeninggalku ?

Dialog selengkapnya dapat kita temukan pada surat al-baqoroh : 133

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami menyembah ilah-mu dan ilah leluhurmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-NYA.”

kekuatan iman yang menjadi tolak ukur para sholihin terdahulu untuk membina dan membangun generasi sholeh .bila kita renungkan melihat dari sudut pandang Nabiyulloh Ya’kub teramat begitu tajam dan khawatirnya tentang akidah atau iman anak-anak nya .

iman adalah fitrah bagi setiap hamba .iman adalah fitrah bagi anak yang melekat dalam dirinya .iman ini yang harus dijaga dalam pendidikan anak .sama –sama menjaga akidah ahli sunah wal jama’ah ,dan tentunya orang tua terlebih dahulu yang sudah menanamkan kuat nya iman dalam diri .

isyarat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya mengenai fitrah keimanan pada diri anak :
“Setiap anak yang lahir dalam keadaan membawa fitrah (tauhid). Maka, kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api).” (HR. Al-Bukhari-Muslim hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

membangun generasi yang sholeh
membangun generasi yang sholeh .

anak adalah investasi akhirat bagi ayah dan bunda . indah rasanya bila dalam hidup berumah tangga dikarunia putra-putri yang sholeh dan sholehah .ketika orang tua telah tiada pun karakter anak sholeh senantiasa mendoakan kedua orang tuanya .

Rasa rasanya menjadi sebuah penyesalan saat membesarkan anak tanpa memupuk keimanan dalam dalam sanubarinya karena sudah menjadi syarat utama bahwa hadir nya generasi yang sholeh sebab baik nya akidah orang tuanya .

Jangan disangka membiarkan anak tumbuh besar tanpa ilmu dan iman merupakan tindakan kriminal .

 

3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

 

بسم الله الر حمن الرحيم

صلى الله على محمد وعلى آله

3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .
3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak .

Menurut keterangan ulama bahwa anak itu terlahir dalam keadaan suci .bagaimana kehendak orang tuanyalah apa yang diinginkan terhadap anak nya . baik dan buruk nya ada pada keputusan orang tua oleh karena itu pendidikan islam terhadap anak begitu penting .

Ada 3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak diantaranya :

  1. Jangan menunggu bahagia baru mengajarkan kebaikan kepada anak .

baik suka dan duka yang sedang dijalani oleh orang tua harus tetap mengajarkan hal-hal yang baik terhadap  buah hati .

bukan jawaban yang tepat dengan menggunakan kata sibuk dengan dalih pekerjaan untuk perbaiki ekonomi keluarga, hingga lupa mengajarkan al-quran dan tata cara sholat terhadap anak .

Bahagia yang tidak mengenal kondisi itu  :

-saat kaya tidak sombong .

kita tanamkan pada diri anak agar tidak sombong ,memiki sifat rendah hati dan tetap sederhana

-saat ekonomi sulit .

tidak membuat sang buah hati minder dengan keadaan yang sedang dialami .tetap mendidik nya agar selalu optimis ,selalu percaya diri ,selalu semangat dan pandai bersyukur .

 

  1. Jangan menunggu kaya baru baru mengajarkan sang buah hati bersedekah .

bersedekahlah sepanjang hari walau 500/lima ratus rupiah .minimal seminggu satu kali pada hari jumat yang kerapkali disebut dengan sayyidul ayyam .

hal kecil inilah yang insyaallah akan membangun mental kayanya kelak disuatu hari nanti .

 

  1. Jangan menunggu perubahan baik pada anak baru merubah diri namun sebaliknya .

rubahlah sikap negative pada diri kita sebagai orang tua sebelum menanamkan hal positive pada anak . hal demikian akan menumbuhkan sikap inisiatif pada anak .

 

kuncinya ada dalam kebersamaan untuk membangun kedisplinan pada rumah tangga .

contoh kecilnya mengenai buang sampah .

selain memberitahukan dan memerintahkan terhadap anak agar tidak buah sampah sembarangan ,terlebih dahulu orang tua mencontohkan tidak buang sampah sembarangan

 

pada akhir nya insyaallah bila kebiasaan baik ini terjaga anakpun tanpa diperintahkanpun anak akan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya .

semoga saja dengan apa yang telah diuraikan di atas mengandung hal positive dan mengundang banyak kebaikan bagi orang tua yang tengah mendidik putra-putrinya .

dengan kebaikan yang orang tua ajarkan kemudian sama-sama mengamalkan maka doa yang dipanjatkan sepanjang hari agar dapat memiliki keturunan yang sholeh bukan jadi keniscayaan lagi .insyaAllah pasti bisa .

luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar .berdoa saja tanpa amal itu yang dinamakan berkhayal tapi ikhtiar saja tanpa doa hal demikian di sebut sombong  karena tidak melibatkan Allah Ta’ala .ikhtiar saja tanpa doa bagaimana pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala akan datang .

 

 

Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Menumbuhkan rasa nyaman pada anak untuk bercerita .

Bismillah

اللهمّ صلى على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Tidak semua anak dapat meceritakan banyak hal kepada orang tuanya .orang tua hanya sekedar tau dan terkadang tanpa berakhir dengan solusi . ujung-ujungya anak lebih memilih bercerita kepada teman atau kepada guru nya .

Hal demikian pasti tidak nyaman bagi orang tua .karena seharusnnya orang tua terlebih dahulu yang mengetahuinya apabila ada yang terjadi mengenai anak nya .oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakoni untuk ayah dan bunda adalah menjadi mendengar yang baik .

Semisal nya tadi pagi ada dua murid saya yang duduk di bangku kelas 3 bertengkar hingga menyebabkan keduanya menangis .masalahnya teman satu lagi meminta makanan namun tak dikasih. awal nya hanya satu murid yang nangis ,karena satu lagi merasa takut dan bersalah maka ia meluapkan emosinya lewat tangisan air mata .

10 sampai 30 menit keduanya masih tidak saling Tanya lama kelamaan seperti semula lagi sama sama bercanda dengan teman teman yang lain nya . pastinya saya beri tahukan jangan ada yang bertengkar .yaitulah dunia mereka .

Contoh kecil kejadian diatas hanyalah sekelumit dari cerita masalah anak di sekolah yang bisa dijadikan diskusi antara kedua orang dan anak . tanpa ditanya oleh orang tua anak sudah nyaman bercerita kepada ayah dan bunda nya .

Ya ….tidak hanya cerita di atas bisa saja seperti nilai nya ,tentang pelajaran yang disukainya ,mengenai pelajaran yang sulit di pahami nya bahkan hingga masalah tatkala anak sudah mulai rasa suka terhadap lawan jenis .

Bagi orang tua bagaimana caranya menjadi pendengar yang baik ? secara singkat menjadi pendengar yang baik itu ciri nya ialah saat sang anak bercerita sebagai orang tua merespon penuh melalui anggota tubuhnya dengan aktif .

-memperhatikan penuh apa yang di sampaikan oleh anak

-bila sudah ada jeda untuk berbicara atau sang anak usai mengutarakan uneg-uneg di hatinya biasa nya bila orang tua berhasil memosisikan dirinya sebagai pendengar yang baik maka saat itu pula berikan lah nasehat-nasehat positive untuk anak . insyaallah anak akan mudah menerima nya .

-saat masukan yang dari orang tua dapat diterima anak maka perlahan nasehat itu yang akan menjadi pegangannya saat menghadapi masalah yang sama . saat anak terdidik oleh orang dengan arahan yang bijaksana perlahan pun sang anak akan menjadi bijak .

Dari point demikian lah keharmonisan keluarga akan senantiasa terjaga ,efek positif nya saat ada perselisihan antara anak dan orang tua pun .bismillah dan insyaallah akan teratasi dengan baik dan tidak waktu yang lama alias teratasi dengan cepat dalam waktu yang singkat karena sudah terbangun komunikasi yang manfaat .

Tip tambahan untuk orang yang ingin mencoba menjadi pendengar yang baik .

1.awali dengan bismilah dan niatkan semata semata untuk ibadah mengelola amanah berupa anak agara menjadi putra yang sholeh atau putri yang sholehah .

2.perbanyak baca sholawat .

3.saat anak bercerita tatapalah kedua mata anak anda dengan penuh rasa kasih sayang ,penuh senyuman dan ramah tanpa kenal kata marah .

4.ciptakan suasana komunikatif

5.jangan pernah memotong pembicaraan nya . karena hal ini sering terjadi saat orang tua tidak setuju

dengan apa yang di ceritakan oleh sang anak .

sudah menjadi sikap anak terkadang membangkang dan menampakan ketidaksukaan nya terhadap kehandak orang tua. Oleh karena itu sisihkan kan waktu untuk mendengarkan kan permasalahn yang sedang anak hadapi . jangan pernah katakan “ ayah / ibu ,tidak ada waktu nak . lagi sibuk ,. Insyallah pasti ada waktu bila ada niat untuk menyempatkan nya .

menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita
menumbuhakan rasa nyaman pada anak untuk bercerita

pentingnya mengajarkan al-quran sejak dini

Pentingnya mengajarkan al-quran sejak dini .

Ayah dan bunda apa yang dapat diajarkan kepada buah hati di rumah sebelum mempelajari ilmu yang lain ?

Tidak salah anak jago bahasa inggris ,cap,cis,cus atau apapun kelebihannya .namun ilmu al-quran adalah hal yang utama .

Apa manfaat nya membaca al-quran . sedikit menambahkan saja sebelum membahas ke paraghraf berikut nya:

1.menentramkan hati dan mendatang pahala juga .

2.al-quran merupakan petunjuk bagi umat manusia dan bentuk kasih sayang agar aman ,sukses ,dan bahagia dunia akhirat .

3.insyaallah dengan dawam baca al-quran dapat menyembuhkan penyakit .

Ayah dan bunda pastinya kita sudah mengetahaui bahwa Pengetahuan yang pertama kali harus didapat dalam rumah dalam mendidik buah hati adalah tentang bagaimana mereka dapat membaca al-quran .

sebagaimana sudah diketahui tidak hanya menenangkan hati dan pikiran saat al-quran itu dibaca namun kaitan nya terhadap dunia anak-anak bahwa al-quran dapat menumbuhkan kecerdasan otak bagi buah hati ,bahkan tidak hanya itu selain mencerdaskan al-quran pun menyehatkan bagi siapa yang mau membaca nya .

Kemudian apa saja tahapan nya untuk buah hati agar dapat membaca al-quran . rasanya tidak salah bila terlebih dahulu mengajarkan hal-hal dasar .seperti point-point berikut dibawah ini :

1.sebagai orang tua harus istiqomah membaca al-quran .

Ini menjadi suatu hal yang wajib .bukan tanpa alasan semata mata agar orang tua menjadi contoh pertama bagi anak dalam membangun semangat nya untuk mebaca al-quran .

2.sering mendengarkan lantunan pembacaan Al-quran .

Berbeda sedikit dengan point yang pertama selain anak mendengarkan bacaan al-quran orang tua maka dapat dibantu dengan mendengarkan kaset atau cd murottal .

3.mencarikan guru al-quran .

Kenapa harus cari guru di luar rumah ? mungkin point ketiga ini alternative saja bagi orang tua yang keseharian nya bekerja dan waktu nya sedikit untuk mengajarkan sang buah membaca al-quran seperti contoh selepas sholat magrib sampai isya .

Namun bagaimana bila sampai magrib pun masih dalam perjalanan dari tempat kerja menuju rumah . saya jangan khawatir . niat baik pasti ketemu beribu jalan nya . anak-anak kita bisa di titipkan kepada guru-guru ngaji terdekat . baik yang mengajinya di mushola ,masjid atau TPQ .

Dengan guru al-quran anak –anak dapat mengenal metode baca alquran yang sesuai  dengan usianya .karena biasa guru-guru ngaji yang menggunakan metode baca quran terlebih dahulu mengikuti pelatihan nya apabila layak maka di tugaskan untuk mengajarkan metode yang telah pelajari nya .

Perlu di ketahui pula apapun metode nya yang terpenting dapat menumbuhkan semangat dan kemauan murid untuk cinta terhadap al-quran . beberapa metodhe baca al-quran seperti : metode Baghdadi ,metode tilawati dsb.

Ayah dan bunda bisa menambahkan point apa saja yang harus dilakukan .yang terpenting menanamkan cinta kepada al-quran adalah tugas kita semua . karena kita yakin harapan orang tua terhadap anak ialah mampu baca al-quran sesuai dengan tahsin dan tajwid nya.

Satu hal sebelum menutup tulisan ini yaitu mengenai penting nya membangun motivasi orang tua saat menanamkan kepada anak untuk cinta al-quran .semoga jawaban ini dapat membantu .

Ayah dan bunda tidak ada salah nya melihat atau banyak mencari informasi mengenai anak-anak kecil yang sudah menjadi hafiz al quran . bagaimana mereka sebagia orang mengatur waktu nya ,method mengajar nya, cara memilihkan mushaf hingga bagaimana caranya tidak menghilangkan keceriaan masa kanak-kanaknya demi menghafal al-quran .

Ayah bunda bisa membaca mengenai kisah orang tua dari tabarok ,yazid dan zeena ketiga anak itu dapat menghafal al-quran dibawah usia 5 tahun . kisah nya tertulis rapi dalam buku “balita yang hafal al-quran “.

selamat membaca.

pentingnya mengajarkan quran sejak dini
pentingnya menjarkan al-quran sejak dini .

Cara Mendidik Anak yang Baik agar Mereka Dapat Mengendalikan Diri

Bagaimana mendidik anak agar mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik?

Cara Mendidik anak yang baik dengan mengajarinya cara mengendalikan diri

Tentu sudah kita ketahui bersama bahwa perilaku seseorang saat dewasa  dipengaruhi oleh bagaimana pendidikan yang ditanamkan padanya saat masih kecil.

Pernahkah Bunda melihat seseorang yang sudah dewasa yang dalam pengendalian dirinya  cukup buruk. Emosinya sering meledak ledak, sering marah yang berlebihan dan bukan pada tempatnya. Dan ada juga yang tidak punya kontrol diri yang baik saat dihadapkan pada suatu pilihan.

Nyatanya orang dewasa yang sulit mengendalikan diri, saat sudah melakukan sesuatu karena ketergesaan, mereka pun biasanya akan menyesali perbuatannya.

Bicara tentang pengendalian diri seseorang yang sudah tumbuh dewasa,  tentu tidak akan dapat dipisahkan dari pendidikan yang didapat di masa kecil orang tersebut.

Nah kaitanya dengan pendidikan bentuk pengendalian diri ini bisa kita tanamkan sejak kecil pada anak kita.

Dalam penelitian uji Marshmallow, Walter Mischel dari Stanford University mengungkapkan bahwa anak yang mampu mengendalikan diri akan lebih sukses dalam hidupnya saat ia tumbuh dewasa.

Dalam penelitian ini Michael melakukan percobaan dengan memberikan sebuah marsmellow kepada anak-anak dan  lalu dia berjanji akan memberikan tambahan marsmellow dengan syarat anak itu mau menunda makan marshmallow.

Nah dari penelitian yang dilakukan tersebut Michael mengamati bahwa anak yang mau dan mampu menunda makanan favoritnya dalam hal ini marsmellow saat sudah dewasa mereka lebih berhasil.

Sebaliknya justru anak yang tidak mampu menunda makanan favoritnya mereka punya nilai yang lebih rendah di sekolah dan juga bermasalah di lingkungan masyarakatnya.

Nah pertanyaannya adalah, bagaimana ini kita bisa aplikasikan pendidikan yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri sejak dini.

Idealnya hal ini dapat silakukan saat Anak kita sudah mulai bisa berdialog dengan kita sebagai orang tuanya.

Namun sebetulnya sudah banyak Ahli yang membuktikan bahwa anak sudah dapat diajak ngobrol dan memahami bahasa bahkan sejak dalam kandungan.

Sehingga dengan membiasakan kita berkomunikasi dengan anak-anak, kita makan saat mereka dalam kandungan hal tersebut akan membuat mereka memahami kata-kata kita sehingga semakin mudah bagi orangtua memasukkan pesan-pesan yang ingin dipahami anaknya.

Kita bisa mengajak mereka untuk berdiskusi lalu  kemudian memberikan beberapa pilihan misalnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengendalikan dirinya sendiri.

Lalu bagaimana cara orang tua menanamkan dan mengajari anak untuk mengendalikan diri?

nah dalam hal ini Michael pun melanjutkan penelitian yang dilakukannya  dan dalam kelanjutannya ia membuktikan bahwa

memberikan keteladanan adalah hal yang terbaik dan cara yang paling ampuh untuk mengajak  dan mendidik anak dalam mengendalikan diri.

Dalam kelanjutan penelitiannya anak-anak yang mulanya tidak bisa menahan diri makan marshmallow diuji ulang kali ini anak tersebut ditemani orang dewasa yang bisa menahan diri tidak makan marshmallow hasilnya kemampuan mengendalikan diri sang anak meningkat.

Dengan demikian menjadi orangtua yang bisa mengendalikan diri adalah menjadi kunci agar anak belajar hal serupa dari orang tuanya dalam hal ini Ayah dan Bunda.

Ada beberapa tips menarik yang bisa dlakukan untuk pengendalian anak, Hal ini diungkapkan oleh psikologi Perwitasari PS

Berikut adalah tips untuk mendidik anak yang baik agar mereka mampu mengendalikan diri :

 

  1. Biasakanlah kita sebagai orang tua menerima dan menamai perasaan anak.

 

Misalnya ‘Wah Adik senang banget dong’ atau ‘Oh jadi kakak kesel banget sama Bunda’  dengan kemampuan kita menerima perasaannya akan membuat anak merasa dirinya penting dan diterima orang tuanya.

Dengan menamai perasaan anak akan merasa terbantu ya akan mulai paham cara mengekspresikan emosinya dengan tepat.

Selain itu rasa diterima juga menghilangkan penghalang komunikasi sehingga ketika kita menunda atau menolak memenuhi keinginannya anak kita mengerti bahwa kita tidak menolak dirinya secara keseluruhan Selain itu merasa diterima membuat anak lebih memahami bahwa kita ingin dia mampu mengendalikan dirinya.

2. Membiasakan diri menggunakan kalimat tanya kepada anak.

Ini adalah tips yang baik pula untuk pengembangan diri nya dalam hal ini pengendalian diri karena saat orang tua bertanya kepada anak walaupun dia belum bisa menjawab secara verbal, bagian otak yang mengatur pengendalian diri atau sering disebut dengan frontal cortex dapat berkembang.

3. Melatih anak dengan Mandiri

Biasakan agar mereka mampu memenuhi ‘kebutuhan’nya sehari-hari

misalnya latih mereka untuk membuat susunya sendiri hal ini akan membantu mereka memahami bahwa untuk membuat segelas susu, mereka perlu menunggu karena memang dibutuhkan proses dan waktu.

anak-anak lebih mudah memahami sesuatu yang konkrit.  Konsep abstrak seperti proses dan waktu perlu dipahami kan dengan melakukan langsung suatu hal.

4. Buat sepakati aturan dan konsekuensi bersama anak

Saat anak benar-benar masih kecil dalam hal ini belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, maka diperlukan aturan yang kita buat Lebih detail agar mereka bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk

Tentu nanti Seiring berjalannya waktu semakin besar usia anak kita aturan menjadi lebih umum dan anak diberi kesempatan untuk memilih perilaku dan konsekuensi yang disepakati.

Dan semua harus diiringi dengan dialog dan diskusi agar nilai dan makna kontrol diri yang sedang kita latih kan dapat dipahami anak

Dan melibatkan anak dalam pembuatan aturan di rumah anak juga akan belajar untuk berpikir sekaligus mengontrol diri sendiri.

 

  1. Ajarkan pada mereka bahwa apa yang diinginkan tidak selalu didapatkan saat itu juga.

Berikan mereka ‘jeda’ untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, ini bukan berarti kita mengabaikan keinginannya apalagi jika mereka sampai menangis.

Ajak mereka ngobrol dan menamai perasaannya sambil membaca bahasa tubuhnya.

Kita bisa temukan Apa penyebab utama sehingga anak kita menginginkan sesuatu.  misalnya bisa jadi anak kita menangis minta digendong bukan karena lapar atau haus tapi sedang lelah dan mengantuk.

7. Anak adalah makhluk disiplin,

Buatlah rutinitas untuk membantu mereka mampu mengendalikan diri sehingga mereka bisa memahami konsep keteraturan dan juga dapat mengelola waktu dengan mudah.

8.  Ajak si kecil melakukan permainan, olahraga  dan ibadah.

Hal tersebut akan mampu membuat mereka melatih pengendalian diri, lebih detailnya misalnya kita ajak si kecil bermain petak umpet, berolahraga yoga, Shalat dan puasa bagi muslim.  Anak dapat belajar mandiri mulai dari mengalikan fisik hingga akhirnya ia dapat mengalihkan perasaan dan Keinginan merek.

9. Mulailah mengajarkan mereka cara mengolah emosi negatif yang dirasakannya

 

yaitu dengan mengenali tanda nya teladan kan dan ajarkan bagaimana untuk tenang belajar Ungkapan perasaan dengan kata-kata dan lalu alihkan dengan melakukan hal yang positif

 

Memang butuh pengorbanan kesabaran dan waktu untuk mendidik anak kita mengendalikan diri namun percayalah begitu kita melihat mereka tumbuh dengan pengendalian diri yang baik maka kita akan bangga dengan hasilnya.

 

Sumber:  Yayasan kita dan buah hati

Mendidik Anak Sesuai Dengan Ajaran Islam

Mendidik Anak Sesuai Dengan Ajaran Islam

Mendidik anak bukanlah perkara mudah atau sulit, tapi perkara bagaimana kita bersungguh-sungguh berdedikasi mencurahkan segala perhatian kita pada buah hati. Segala sesuatu tergantung niat dan mindset kita, jika kita sudah berfikir diawal bakal susah mendidik anak agar menjadi pribadi yang berakhlak, berbudi pekerti, tumbuh dengan baik ya mau gimana juga proses nya kita akan merasa kesusahan dan hasilnya tidak akan terealisasi dengan apa yang kita harapkan. Tapi sebaliknya, jika kita berfikir mendidik anak itu sangat mudah dan menyenangkan ya hasilnya juga Insya Allah akan baik juga. Walaupun diakhir ada yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan tetapi kita sudah mencoba mendidiknya dengan baik, tidak akan kecewa dan merasa bersalah. Karena kita sudah mencoba yang terbaik, tinggal bagaimana kita memperbaiki lagi cara kita dalam mendik anak.
Ingat ya, hasil tidak akan menghianati usaha. Jadi teruslah berusaha melakukan yang terbaik untuk anak kita selagi kita masih memiliki fisik yang kuat. Jangan lelah untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dan ajaran yang rasul kita pernah sampaikan. Karena anak harus dibekali pondasi yang kuat, maka jangan hanya mendidik anak agar bagaimana ia bisa tumbuh menjadi manusia hebat tapi didik juga agar anak kita tumbuh menjadi manusia yang taat.

Lalu bagaimana sih cara yang baik dalam Mendidik Anak Sesuai Dengan Ajaran Islam Yang Sebenarnya? Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW?

  1. Mengajarkan Tauhid
  2. Mengajarkan  Doa & memperkenalkan Al- Qur’an
  3.  Mengajarkan Al-qur’an dan Hadits
  4.  Menceritakan kisah-kisah dalam Al-Qur’an
  5. Kenalkan figur Nabi kepad aanak agar dapat meneladaninya
  6. Menanamkan akhlak mulia
  7. Mengajarkan dan meneladankan kejujuran
  8. Perkenalkan anak dengan tanggung jawab
  9. Latih anak menjadi mandiri
  10. Membangun kepercayaan diri pada anak
  11. Memotivasi anak
  12. Berbicara sesuai dengan kemampuan anak
  13. Senantiasa berlemah lembut
  14. Dekatkan diri pada anak

Sebetulnya masih banyak lagi point-pint yang harus bunda terapkan kepada si kecil agar tumbuh kembang menjadi pribadi yang hebat dan taat.
Didiklah anak sesuai dengan karakter nya masing-masing, dengan metode yang mudah dan yang penting konsisten terulang setiap harinya. Jangan sampai berhenti di tengah-tengah karena merasa capek dan tidak ada hasil nya.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS.az-Zalzalah:7)

Artinya apa kutipan ayat diatas?
Artinya tidak ada seuatu yang sia-sia, karena segala sesuatu pasti ada balasan nya.

Jadi, tetap semangat mendidik putra-putri bunda, Jangan lelah 🙂

 

Parenting : Kata-Kata yang Tidak Boleh dikatakan Pada Anak

Pada fase usia anak, hal apapun yang kita ucapkan atau kata-kata yang terlontar dari mulut kita akan selalu masuk dalam ingatan alam bawah sadar mereka. Dan pada usia tersebut anak-anak akan meniru. Untuk itu mulai hari ini, ubahlah setiap ucapan atau pembicaraan yang bersifat kurang baik bahkan tidak baik menjadi lebih baik. Agar anak-anak bisa menjadi peniru yang baik dan menjadi pribadi yang positif.

Dalam hal mendidik anak, peran orang tua adalah yang nomor 1. Ingat dengan kata pepatah “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya”. Artinya apa? Artinya adalah ‘ANAK’ adalah cerminan dari ‘ORANG TUA’ nya. Bagimaimana orang tua itu ‘menyemai’ anak nya agar tumbuh menjadi pribadi baik maka hasil ‘panen’ nya pun akan bagus.

Mari sama-sama kita perbaiki apa yang salah dan tetap konsistem mempertahankan apa yang sudah benar.

Lalu, apa saja sih kesalahan yang harus kita rubah yang sering kita ucapkan kepada anak? Berikut beberapa point penting yang harus bunda perhatikan :

  1. Jangan Ucapkan Kata “JANGAN” Ketika Menegur
    Memang sulit untuk tidak mengatakan ini kepada anak pada saat kita sedang emosi, karena sudah terbiasa dan juga kita sering mendengar nya dari orang lain. Jadi memang bukan hanya kita saja yang melakukan kesalahan itu, maka dari itu, mari sama-sama perbaiki kesalahan kita.
    Gantilah kata “Jangan” dengan bahasa yang lebih baik. Sesuaikan dengan kondisi apa yang sedang terjadi.
    Misal ; Ketika anak-anak ingin bermain di luar dan bermain kotor-kotoran jangan dilarang, jangan bilang “Jangan Main Kotor-kotoran” tapi katakanlah “Boleh main kotor-kotoran, asalkan tidak di lap-lap ke badan & muka ya, lalu setelah itu bilang ibu untuk cuci tangan, kaki dan badan yang kotor”.
    Atau ketika anak menangis karena salah, jangan katakan padanya “Jangan Nangis, itu Salah Kamu” tapi katakanlah “Gapapa, Ayo Minta Maaf dan tidak boleh diulangi lagi yaa”.
    atau kata “Jangan Nakal, Jangan Bandel” ganti dengan “Tidak boleh seperti itu ya, nanti kamu tidak ada teman main”.
    atau Juga “Jangan Lari” tapi katakanlah “Jalan lebih baik”

    Jadi, gantilah kata “JANGAN” dengan kalimat yang lebih baik. Ingat ! Karena anak akan mengingat kalimat dibelakang kata ‘Jangan’ itu.

  2. Jangan Ucapkan Kata “BODOH”
    Kepintaran seseorang tidak melulu diukur dari IQ nya, tolak ukur nya bukan hanya dari IQ saja. Karena setiap manusia pada dasarnya pintar dan cerdas. Namun, kecerdasan yang paling menonjol dari setiap orang berbeda-beda. Boleh jadi dia tidak pintar dari IQ nya tapi dia pintar dari kreatifitas.
  3. Jangan ucapkan kata “DIAM”
    Biarkan lah anak berbicara dalam porsinya, sekira nya salah maka ingatkanlah dengan bahasa yang halus. Atau ketika dia menganggu konsentrasi ketika kita sedang berfikir dan melalukan sesuatu alihkan perhatian dia pada hal yang menarik dan ia sukai.
    Apapun kondisi yang sedang terjadi, jangan ucakan kata “DIAM” ini, karena anak akan sedih jika dia merasa tidak diperhatikan.
  4. Jangan banding kan anak dengan kata “DIA LEBIH…”
    Setiap anak tumbuh unik dengan karakternya masing-masing. Pribadi seseorang tidak akan sama dengan yang lain, maka jangan lah sekali-kali membandingkan anak kita dengan yang lain. Membandingkan tidak akan menjadi anak kita lebh baik dari yang kita bandingkan, kecuali kalau kita memabndingkan dngan bahasa yang halus yang memotivasi.
    Misal kata “Dia lebih pintar dari kamu” “Dia lebih sholeh/sholehah dari kamu” dan kata perbandingan yang lain.
    Jaga perasaan anak, dan bimbing dia agar bisa tumbuh menjadi pribadi lebih baik dengan cara yang baik juga.
  5. Jangan katakakan kata “KAMU ITU…”
    Melabeli anak dengan lable yang tidak baik. Karena itu akan masuk ke alama bawah sadar meraka.
    Misal sering kita dengar kalimat “Andi si Pemalu” “Nathan si Nakal” dan lable lain yang sudah tidak asing lagi kita dengar.

Mungkin hanya itu yang bisa kami bagikan tips yang perlu bunda coba, masih banyak kata-kata lain yang harus bunda ubah ketika menegur atau berbicara kepada anak, sesuaikan lah dengan kondisi apa yang sedang terjadi.

Selamat mencoba !